Yogyakarta, 29 Oktober 2026 – Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan guest lecture bersama Prof. Illa Tea, profesor di bidang kimia analisis dengan keahlian khusus dalam stable isotope, pada Kamis (29/10). Kegiatan yang berlangsung pukul 13.00–14.30 WIB ini bertempat di Ruang RSV, Lantai 7 Gedung APSLC, Fakultas Farmasi UGM. Kuliah tamu tersebut menjadi bagian dari rangkaian program PHC Nusantara yang mendukung penguatan hubungan akademik dan penelitian antara Indonesia dan Prancis.
Kegiatan ini dimoderatori oleh Dr. apt. Agustina Ari Murti Budi Hastuti, S.Farm., M.Sc., yang merupakan salah satu anggota tim riset PHC Nusantara. Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh kesempatan untuk mendalami bidang penelitian stable isotope serta berdiskusi langsung dengan akademisi yang memiliki keahlian di bidang tersebut. Antusiasme peserta terlihat dari penuhnya ruangan selama kegiatan berlangsung.

Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan yang diajukan oleh peserta. Salah satu topik yang dibahas adalah tantangan dalam melaksanakan penelitian menggunakan stable isotope. Antusiasme tersebut menunjukkan ketertarikan peserta untuk memahami lebih jauh penerapan metode ini serta berbagai tantangan yang dihadapi dalam proses penelitian ilmiah.

Prof. Illa Tea berafiliasi dengan ISA Lyon, sebuah lembaga penelitian yang bekerja sama dengan French National Centre for Scientific Research (CNRS), Claude Bernard University Lyon 1, dan École normale supérieure de Lyon (ENS de Lyon). Kehadiran Prof. Illa Tea di Fakultas Farmasi UGM menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan akademik sekaligus memperkuat pertukaran pengetahuan dan pengalaman penelitian antara sivitas akademika UGM dan peneliti dari Prancis.
Penyelenggaraan kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh melalui penguatan jejaring dan kolaborasi antarlembaga, SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan kapasitas sumber daya manusia yang mendukung kemajuan ilmu pengetahuan, serta SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan melalui perluasan akses terhadap pertukaran pengetahuan dan pengalaman akademik lintas negara.


