Mahasiswa Farmasi UGM Selesaikan Student Mobility dengan dukungan Program EQUITY 2026 dan Hibah Fakultas di 3 Kampus Ternama di Jepang

Yogyakarta, 08 Juli 2026 — Enam mahasiswa Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) menorehkan pencapaian akademik internasional dengan berhasil menyelesaikan Enhancing Quality Education for International University Impacts and Recognition (EQUITY) Student Exchange Program 2026 dan aktivitas Hibah Inisiasi Student Mobility. Program EQUITY merupakan bagian dari pengembangan kapasitas global yang didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) ini memfasilitasi para delegasi untuk melakukan aktivitas akademik, termasuk penelitian, secara langsung di tiga Universitas terkemuka di Jepang.

Keenam delegasi mahasiswa tersebut ditempatkan di berbagai institusi dengan fokus keilmuan yang beragam, yaitu Aulia Wahyuni Ramadanti melaksanakan program risetnya di Institute of Natural Medicine, University of Toyama, Enrico Bramantyo Adi Nugroho dan Rifdah Basalim menjalankan program di Life Science and Technology, Institute of Science Tokyo, dan tiga delegasi lainnya, yakni Erisa, Afif Fakhrusy Syakirin, dan Iffah Zakiya Yasmin, melangsungkan penelitian di School of Pharmacy, College of Medical, Pharmaceutical and Health Sciences, Kanazawa University.

Pada kesempatan kali ini seluruh aktivitas mahasiswa merupakan kegiatan penelitian. Selama program berlangsung, para mahasiswa bertindak sebagai peneliti sarjana (Special Auditor) yang berkolaborasi dengan para pakar internasional di institusi tujuan. Delegasi di Kanazawa University, menuntaskan proyek penelitian komparatif imunofarmakologi molekuler berjudul “In Vitro Immunomodulatory Effects of Curcumin Derivatives on Drosomycin-Luciferase Expression in Drosophila DL1 Cells” di bawah bimbingan Prof. Takayuki Kuraishi, Ph.D. Riset intensif ini mengevaluasi aktivitas imunomodulator reseptor Toll dari turunan kurkumin struktural hasil sintesis UGM, yang turut melibatkan pemanfaatan Drosophila melanogaster (lalat buah) sebagai organisme model hidup.

Rifdah Basalim menyelesaikan project “Drug Repurposing: Evaluating The Antifungal Activity Of Calcium Channel Blocker Amlodipine Against Planktonic Candida Albicans” di bawah bimbingan Prof. Susumu Kajiwara. Riset ini turut membantu menyelesaikan masalah penemuan obat antijamur yang telah resisten dengan memanfaatkan sediaan obat dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional.

Enrico Bramantyo Adi Nugroho menginisiasi project “Impact of Malassezia furfur on Circadian Rhythm in PER2::LUC Mouse Colon and Human Skin Fibroblast Cells” dibawah bimbingan Associate Prof. Kanami Orihara, PhD. Riset ini mengevaluasi ritme tubuh tikus model dan sel fibroblas pada kulit manusia yang terjangkiti oleh jamur Malassezia.

Aulia Wahyuni Ramadanti melaksanakan program riset di bawah bimbingan Prof. Yoshihiro Hayakawa, Ph.D. Selama program tersebut, Aulia melakukan penelitian yang berfokus pada hubungan antara ferroptosis dan kanker payudara. Riset yang dilakukan oleh Aulia bertujuan untuk mengkaji peran ferroptosis sebagai salah satu mekanisme kematian sel terprogram dalam perkembangan kanker payudara serta potensinya sebagai agen terapeutik. Melalui program ini, Aulia memperoleh pengalaman dalam menerapkan berbagai teknik di bidang biologi molekuler dan onkologi, sekaligus memperdalam pemahamannya tentang mekanisme molekuler yang mendasari perkembangan kanker.

Partisipasi keenam mahasiswa yang didukung melalui program EQUITY dan Hibah Mobilitas mahasiswa ini merupakan langkah strategis Fakultas Farmasi UGM dalam mengoptimalkan kompetensi akademik global mahasiswanya di bidang ilmu farmasi, serta membangun kolaborasi yang berkelanjutan untuk publikasi riset bersama dan kemitraan strategis di masa depan. Selain itu, partisipasi mahasiswa ini juga menjadi wujud nyata komitmen UGM dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Kemitraan strategis lintas negara antara institusi di Indonesia dan Jepang ini berkontribusi langsung pada pencapaian SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Disamping itu, program ini menjadi langkah konkret dalam mewujudkan SDG 4 tentang Pendidikan Bermutu melalui peningkatan kompetensi global peneliti muda dan fasilitasi transfer teknologi sains farmasi bertaraf internasional. Fokus riset kefarmasian seperti pengembangan analog kurkumin untuk inovasi pengobatan ini juga sangat selaras dengan upaya mendukung SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Walaupun pada periode kali ini mahasiswa yang berangkat seluruhnya berasal dari Program Studi Sarjana Farmasi (S1), diharapkan kedepannya mobilitas seperti ini juga akan banyak menarik partisipasi dari mahasiswa program Magister dan juga program Doktoral.

Penulis: Gilang | Editor: Fathul

Share this post
Type Keyword to Search