Yogyakarta, 22 Juni 2026 — Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Pengembangan Karier Dosen Non-PNS pada Senin (22/6) di Auditorium Lantai 8 Gedung APSLC Fakultas Farmasi UGM. Kegiatan ini dihadiri oleh para dosen non-PNS serta jajaran pimpinan fakultas sebagai bagian dari upaya penguatan pembinaan sumber daya manusia dan pengembangan karier dosen di lingkungan Fakultas Farmasi UGM.
Kegiatan monitoring dan evaluasi ini menjadi forum strategis untuk meninjau perkembangan karier dosen non-PNS, sekaligus membahas berbagai aspek yang mendukung penguatan kapasitas akademik dosen. Dalam kegiatan ini, para peserta mendapatkan ruang untuk mendiskusikan perkembangan jenjang karier, pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, pengembangan kompetensi, serta tantangan yang dihadapi dalam perjalanan karier akademik di lingkungan perguruan tinggi.
Hadirnya jajaran dekanat dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen Fakultas Farmasi UGM dalam mendampingi dan memfasilitasi pengembangan dosen secara berkelanjutan. Melalui monitoring dan evaluasi ini, fakultas berupaya memastikan bahwa setiap dosen memperoleh dukungan yang memadai dalam merencanakan pengembangan karier, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun penguatan rekam jejak akademik lainnya.

Selain menjadi sarana evaluasi, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi antara pimpinan fakultas dan dosen terkait kebutuhan pengembangan karier di masa mendatang. Dengan adanya dialog yang terbuka, fakultas dapat mengidentifikasi berbagai kebutuhan strategis, termasuk pendampingan dalam pengembangan jabatan akademik, peningkatan kapasitas riset, serta penguatan kontribusi dosen dalam mendukung capaian institusi.
Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Fakultas Farmasi UGM dalam mendukung SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kualitas tenaga pendidik, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui dukungan terhadap pengembangan karier profesional yang berkelanjutan, serta SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) melalui penguatan tata kelola kelembagaan dan pembinaan sumber daya manusia yang akuntabel.



