Yogyakarta, 1 Juni 2026 – Dalam rangka mempersiapkan mahasiswa dalam menjalani kegiatan KKN-PPM (Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat) Periode II Tahun 2026, Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar kegiatan “Pembekalan KKN-PPM UGM Khusus Kefarmasian” pada Senin, 1 Juni 2026. Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai ini menghadirkan jajaran pembicara, yaitu Prof. Dr.rer.nat. apt. Nanang Fakhrudin, M.Si.; Prof. Dr. apt. Ika Puspita Sari, M.Si.; Dr. Djoko Santosa, S.Si., M.Si.; dan Dr. apt. Nindya Kusumorini, S.Farm. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan fondasi yang kuat bagi mahasiswa agar program kerja yang diusung di lokasi KKN nantinya dapat berjalan efektif, terukur, dan berdampak nyata bagi masyarakat luas.

Pembekalan ini mengupas tuntas berbagai materi, mulai dari pengetahuan dasar (basic knowledge) kefarmasian di masyarakat, sesi sharing dan tanya jawab interaktif seputar dinamika KKN, hingga aspek administratif seperti tata cara pengisian logbook digital melalui platform Simaster. Tidak hanya teoritis, mahasiswa juga diajak melakukan praktik langsung berupa demonstrasi teknik pengemasan produk herbal. Fokus praktik kali ini adalah tahap pengisian (filling) dan penyegelan (sealing) serbuk daun kelor serta herba kering ke dalam kantong teh siap seduh secara higienis. Melalui inovasi pengemasan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengedukasi warga lokal tentang standardisasi produk dan pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) agar memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Farmasi UGM menegaskan komitmennya dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan menyediakan ruang pembelajaran praktis yang relevan bagi mahasiswa sebelum terjun ke masyarakat. Selain itu, keterampilan pengolahan herbal yang diajarkan berkontribusi langsung pada SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui promosi kesehatan berbasis herbal, serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan melatih masyarakat memanfaatkan potensi alam lokal secara berkelanjutan dan mandiri. Pembekalan ini diharapkan mampu mencetak agen perubahan yang siap memajukan kesehatan dan kesejahteraan berbasis kearifan lokal di seluruh pelosok Indonesia.
Penulis: Sekar | Editor: Fathul | Foto: Sekar


