Tim Mahasiswa Farmasi UGM Raih Juara 3 ISE – Pharmaceutical Marketing pada 71st IPSF World Congress 2026 di Bangkok

Yogyakarta, 22 September 2026 – Mahasiswa Program Studi Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mengukir prestasi di kancah internasional. Tim MKT04 yang mewakili UGM berhasil meraih 2nd Runner Up (Juara 3) pada cabang Industrial Skill Event (ISE) – Pharmaceutical Marketing dalam rangkaian 71st IPSF World Congress 2026 yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand.

IPSF World Congress merupakan ajang tahunan paling bergengsi yang diselenggarakan oleh International Pharmaceutical Students’ Federation (IPSF), wadah global bagi mahasiswa farmasi dan sains farmasi dari berbagai negara. Pada edisi ke-71 ini, cabang ISE – Pharmaceutical Marketing diselenggarakan bekerja sama dengan AstraZeneca (Thailand) Ltd. dan didukung oleh Marketing Pharmacy Association of Thailand (MPAT). Kompetisi ini dirancang untuk menguji kedalaman pengetahuan kefarmasian serta pemikiran strategis mahasiswa dalam menyelesaikan tantangan nyata pemasaran di industri farmasi global.

Mengusung tema “From Value to Impact: Pharmaceutical Marketing in the Digital Era”, kompetisi ini menekankan pentingnya mentransformasikan nilai-nilai ilmiah dan klinis menjadi dampak nyata bagi dunia kesehatan melalui strategi komunikasi serta pemasaran digital yang inovatif. Para peserta ditantang untuk merumuskan strategi pemasaran berbasis data yang bertanggung jawab, dengan mempertimbangkan dinamika kebutuhan tenaga kesehatan, pasien, dan perkembangan sistem pelayanan kesehatan di era digital.

Tim MKT04 UGM terdiri dari empat mahasiswa tangguh, yaitu Allesha Ratrin Kalinda (IUP 2024), Shintia Dewi Pravitia (IUP 2024), Nayla Salsabila Raihanah (Reguler 2024), dan Alma Griselda Sitanggang (IUP 2025). Melalui analisis pasar yang tajam, pemikiran kritis, serta presentasi solusi yang solutif dan aplikatif, tim UGM berhasil menyisihkan berbagai tim mahasiswa unggulan dari berbagai belahan dunia.

Capaian membanggakan ini sejalan dengan komitmen UGM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Pengembangan strategi pemasaran farmasi yang etis dan teredukasi ini secara nyata mendukung SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui penyampaian informasi obat dan terapi yang tepat bagi masyarakat, SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan pendidikan berkualitas dan kompetensi berpikir kritis tingkat tinggi di kancah internasional, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi dan jejaring antara akademisi, organisasi internasional, dan industri farmasi global. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa Fakultas Farmasi UGM untuk terus berani berinovasi dan berprestasi di tingkat global.

Share this post
Type Keyword to Search