Yogyakarta, 12 Februari 2026 — Tim mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Pharmanova ITB 2025/2026 melalui pengembangan konsep inovatif di bidang biofarmasi bernama “BioBestin.” Inovasi ini menawarkan strategi produksi antibodi monoklonal IgG4 berbasis pendekatan rekayasa upstream terintegrasi yang dirancang untuk mendukung ketersediaan terapi kanker yang lebih efektif dan berkelanjutan di Indonesia.
Tim yang menamakan diri mereka tim AZIK ini terdiri dari Azalia Naida Shafa (ketua), Aziza Syoleh, dan Ika Pratiwi, di bawah bimbingan Prof. Dr.rer.nat. apt. Adam Hermawan, M.Sc. Dalam proyek BioBestin, mereka mengembangkan pendekatan berbasis Quality by Design (QbD) yang memadukan rekayasa sistem ekspresi sel CHO, optimasi desain gen, serta peningkatan kapasitas pelipatan protein di retikulum endoplasma. Selain itu, tim juga menerapkan rekayasa metabolik untuk meningkatkan stabilitas kultur dan efisiensi produksi antibodi biosimilar tersebut.
Inovasi BioBestin secara spesifik difokuskan pada pengembangan antibodi imunoterapi yang menargetkan jalur PD-1/PD-L1 sebagai pendekatan presisi dalam terapi kanker paru non-small cell lung cancer (NSCLC). Melalui strategi upstream yang komprehensif, inovasi ini diarahkan untuk menghasilkan antibodi dengan dominansi monomer tinggi dan agregat rendah. Hal ini bertujuan untuk memastikan konsistensi kualitas yang memenuhi standar pengembangan biosimilar skala industri, namun dengan biaya produksi yang lebih efisien.
Keikutsertaan tim mahasiswa Fakultas Farmasi UGM ini mencerminkan komitmen institusi dalam mendorong riset translasi dan inovasi teknologi kesehatan berbasis sains molekuler. Inovasi BioBestin diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan platform produksi antibodi biosimilar yang relevan dengan kebutuhan klinis dan industri farmasi modern. Secara langsung, proyek ini mendukung pencapaian SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui penyediaan terapi kanker yang lebih terjangkau, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan mendorong kemandirian industri farmasi nasional melalui penguasaan teknologi rekayasa genetika yang canggih.
Kontributor: Azalia


