Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mengukir prestasi di kancah nasional. Tim yang beranggotakan Dzaki Hasan Nasruallah, Shabrina Adzhani, dan Kevin Lensrich Kar berhasil meraih Juara 1 dalam ajang PICS Pharmanova ITB 2025. Kompetisi ini merupakan ajang bergengsi yang berfokus pada pengembangan terapi gen untuk penyakit genetik langka di Indonesia.
Dalam kompetisi ini, tim UGM mengusung inovasi gagasan terapi gen untuk penyakit langka, Brugada Syndrome. Gagasan ini berbasis pada teknologi terkini seperti CRISPR-Cas9 dan LNP (Lipid Nanoparticle), yang diharapkan dapat menjadi solusi pengobatan masa depan. Pencapaian ini tidak hanya menjadi bukti kompetensi dan kreativitas mahasiswa Farmasi UGM, tetapi juga menjadi langkah awal dalam menghadirkan solusi pengobatan inovatif bagi pasien di Indonesia.
Keberhasilan tim UGM ini juga tidak lepas dari bimbingan dan dukungan penuh dari para dosen pembimbing, yaitu Prof. Dr. apt. Susi Ari Kristina, M.Kes., Prof. Dr.rer.nat. apt. Adam Hermawan, M.Sc., dan apt. Muhammad Seftian, M.Pharm.Sci., serta pendampingan dari mentor Putri Maharani.
Prestasi ini sejalan dengan komitmen global terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam mendorong inovasi yang berdampak luas bagi masyarakat. Inovasi terapi gen yang dikembangkan tim UGM berkontribusi pada SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, dengan menciptakan teknologi baru yang memajukan sektor farmasi dan bioteknologi di Indonesia. Selain itu, upaya ini mendukung SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, karena pengembangan terapi gen yang berhasil akan menciptakan lapangan kerja baru di bidang penelitian dan industri farmasi, serta meningkatkan produktivitas masyarakat melalui penanganan penyakit yang lebih efektif. Terakhir, potensi kerja sama multi-sektor yang diharapkan dari kompetisi ini menjadi wujud nyata dari SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, yang krusial dalam membangun ekosistem terapi gen yang adaptif dan berkelanjutan.



