Yogyakarta, 6 Juli 2026 – Shintia Dewi Pravitia, mahasiswi Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), berhasil mengukir prestasi membanggakan dengan mengantarkan timnya (Group 6) meraih Juara 1 Pitching Contest Mini Project pada ajang International Dental Summer Course (IDSC) 2026. Ajang internasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UGM ini menjadi pembukti nyata bahwa kolaborasi interprofesional dan lintas disiplin ilmu mampu melahirkan gagasan inovatif dan aplikatif di kancah ilmiah global.
IDSC 2026 merupakan pelaksanaan tahunan keenam dengan mengusung tema “Sustainable Dentistry: Integrating Prevention, Innovation, and Environmental Responsibility”. Program ini dilaksanakan secara hibrida, mencakup sesi daring pada 7–11 Juli 2026 dan sesi luring di Yogyakarta pada 13–17 Juli 2026. Kompetisi ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai universitas nasional dan mitra internasional. Salah satu agenda utamanya adalah Pitching Contest Mini Project pada Kamis (16/7), di mana setiap tim merancang serta mempresentasikannya di hadapan dewan juri.
Dalam kompetisi ini, Shintia bergabung dalam Group 6 bersama delapan rekan lintas disiplin dan institusi, yaitu Devito Akbar Abyasmara, Dimas Nada Saputra, Chelsea Bintang Islaminati, Nabilah A’idah Farras, dan Najwa Remeyza Elya (FKG UGM); Ayu Oktaria Malau dan Elvina Fadhilah Perangin Angin (FKG Universitas Sumatera Utara); serta Firdania Natasha (FKG Universitas Kadiri). Sebagai satu-satunya anggota dengan latar belakang kefarmasian, Shintia memegang peranan krusial dalam merumuskan gagasan tim, khususnya dari sudut pandang keilmuan farmasi yang memperkaya perspektif keberlanjutan dan pengelolaan material.
Group 6 mengusung inovasi bertajuk “Eco-Dent Cycle Station”, sebuah stasiun daur ulang khusus di klinik gigi yang dirancang untuk mengelola limbah plastik kedentalan yang selama ini sulit ditangani oleh sistem konvensional, seperti tube pasta gigi, sikat gigi, kemasan benang gigi, botol obat kumur, aligner/retainer, hingga gagang sikat interdental. Inovasi ini bekerja melalui empat tahapan terpadu (dispose, sort, recycle, new product) yang didukung sistem pelacakan berbasis kode QR guna meningkatkan transparansi serta mendorong partisipasi aktif dari pasien dan tenaga kesehatan gigi.
Berkat kematangan konsep, kejelasan strategi implementasi, dan kekompakan tim, Group 6 berhasil dinobatkan sebagai yang terbaik. Capaian ini sejalan dengan komitmen UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Inovasi pengelolaan limbah kedentalan ini secara langsung mendukung SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui penciptaan lingkungan pelayanan kesehatan yang higienis dan ramah lingkungan, SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pengelolaan limbah plastik kedentalan serta penerapan prinsip ekonomi sirkular, dan SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antardisiplin ilmu dan antarperguruan tinggi. Prestasi Shintia diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa Fakultas Farmasi UGM lainnya untuk terus berkontribusi aktif dalam ajang ilmiah berskala internasional.



