Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional dengan meraih medali perunggu pada ajang Bioinformatics and Synthetic Biology Competition. Fakultas Farmasi UGM yang diwakili oleh Tim “Theranova” mengikuti kompetisi yang diselenggarakan oleh synbio.id, sebuah organisasi nirlaba yang berfokus pada akselerasi bidang biologi sintetis dan bioinformatika.
Tim Theranova merupakan kolaborasi antar universitas yang terdiri dari mahasiswa Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Universitas Brawijaya, Universitas Andalas, dan Universiti Malaya. Fakultas Farmasi UGM diwakili oleh tiga mahasiswa angkatan 2023, yaitu Gresmawarrenes Jamus, Khansa Nismara Firdauza, Sekar Ayu Larasati, dan Icha Dwi Anggita.
Di bawah bimbingan Dosen Fakultas Farmasi UGM, Prof. Dr.rer.nat. apt. Adam Hermawan, M.Sc., tim ini mempresentasikan riset mendalam berjudul “Rekayasa Chimeric Lipid Nanolipid Difungsionalisasi dengan Di-Rhamnolipid untuk Penghantaran Selektif PGV-1 pada Sel Triple Negative Breast Cancer”. Penelitian tersebut berfokus pada optimasi sistem penghantaran obat melalui perancangan dan pemodelan Chimeric Lipid Nanolipid. Penggunaan biosurfaktan di-Rhamnolipid menjadi kunci utama dalam memastikan molekul kecil PGV-1 dapat dihantarkan secara selektif sebagai agen antikanker yang presisi pada sel Triple Negative Breast Cancer (TNBC).
Kompetisi ini berlangsung melalui rangkaian seleksi ketat sejak Agustus hingga November 2025. Tahapan dimulai dari pengumpulan abstrak, pengembangan website showcase project, hingga pemenuhan target luaran. Pada tahap final, Tim Theranova mempresentasikan gagasan inovatif mereka di hadapan dewan juri dan berhasil mengamankan medali perunggu atas keunggulan konsep dan metodologi yang ditawarkan.
Prestasi ini merupakan wujud nyata kontribusi akademisi dalam mendukung target pembangunan berkelanjutan global atau Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 3 yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera, nomor 4, yaitu Pendidikan Berkualitas dan nomor 17, tentang kemitraan untuk mencapai tujuan. Melalui inovasi pengobatan TNBC, riset ini berupaya memberikan solusi terapeutik yang lebih efektif dan aman bagi penderita kanker payudara, sekaligus berkontribusi pada penurunan angka kematian akibat penyakit tidak menular melalui kemajuan teknologi farmasi (SDG no 3). Keberhasilan ini mencerminkan kualitas pendidikan tinggi yang mampu mengintegrasikan riset dan inovasi. Melalui kompetisi ini, mahasiswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mempraktikkan keterampilan bioinformatika dan biologi molekular pada level lanjut (SDG no 4). Selain itu, kolaborasi lintas institusi antara UGM, UI, UB, UNAND, dan Universiti Malaya, serta sinergi antara dosen pembimbing dan mahasiswa, menunjukkan pentingnya kemitraan strategis dalam memecahkan masalah kesehatan yang kompleks di tingkat global (SDG no 17).


