Justicia gendarussa
Acanthaceae
Adhatoda subserrata, Dianthera subserrata, Dicliptera rheedei
Besi-besi (Aceh), Gandarusa (Melayu), Handarusa (Sunda), Gondarusa (Jawa), Tetean (Jawa), GhanDharusa (Madura), Gandarisa (Bima), Puli (Ternate), Tattoo (Samarinda)
Berupa tumbuhan semak rendah yang memiliki tinggi 60–150 cm dengan ranting yang berwarna ungu tua sampai ungu kehitaman, berbentuk bulat atau agak bersegi di bagian ujung. Daun tunggal, letaknya bersilang berhadapan, bertangkai dengan panjang hingga 1 cm, pangkal runcing, tepi rata, ujung runcing, pertulangan daun menyirip. Bunga majemuk bulir, mahkota bunga berwarna putih dengan garis-garis ungu dan bercak di bagian dalam dengan panjang 1,6–2 cm, tabung mahkota berbetuk silindris dengan panjang sekitar 1 cm, kelopak hijau, tebal.
Daun gandarosa umumnya digunakan sebagai obat penawar nyeri. Selain itu, daun gandarosa dapat digunakan sebagai obat sakit kepala akibat selesma, obat gosok jika merasa sakit dan pegal pada tulang-tulang, obat cuci perut, dan obat sakit pinggang. Air rebusan daun gandarosa dapat dimanfaatkan sebagai pengeluar keringat dan pencegah demam.
–