Yogyakarta, 21 Januari 2026 — Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menyelenggarakan acara pelepasan wisudawan dan wisudawati program pascasarjana untuk periode II Tahun Akademik 2025/2026 yang dilaksanakan pada Rabu, 21 Januari 2026. Pada periode ini, Fakultas Farmasi UGM meluluskan sebanyak 15 orang wisudawan yang berasal dari tiga program studi pascasarjana, yang terdiri dari 6 lulusan Program Doktor Ilmu Farmasi (DIF), 4 lulusan Program Magister Farmasi Klinik (MFK), dan 5 lulusan Program Magister Ilmu Farmasi (MIF).
Prestasi akademik yang gemilang ditunjukkan oleh para lulusan periode ini, di mana pada Program Magister Farmasi Klinik dan Magister Ilmu Farmasi, persentase lulusan yang meraih predikat “Pujian” mencapai angka sempurna sebesar 100%. Sementara itu, Program Doktor Ilmu Farmasi mencatatkan sebanyak 67% lulusannya berhasil meraih predikat serupa. Capaian ini didukung oleh rerata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang sangat kompetitif, yakni sebesar 3,98 untuk program doktor, serta 3,92 untuk program Magister Farmasi Klinik maupun Magister Ilmu Farmasi.
Fakultas Farmasi UGM juga memberikan apresiasi khusus kepada para wisudawan terbaik dari masing-masing program studi yang berhasil mencatatkan prestasi akademik tertinggi. Predikat wisudawan terbaik diberikan kepada Made Krisna Adi Jaya dari Program Doktor Ilmu Farmasi yang meraih IPK sempurna 4,00, Paulina Ambarsari Mawar Ning Hadi dari Program Magister Farmasi Klinik dengan IPK 3,96, serta Nur Azizah dari Program Magister Ilmu Farmasi yang meraih IPK 3,97. Keberhasilan para wisudawan ini merupakan bukti nyata dari dedikasi mereka dalam menempuh studi pascasarjana dengan mengutamakan kualitas akademik dan profil lulusan yang kompeten.
Penyelenggaraan pelepasan wisuda ini menjadi momentum bagi Fakultas Farmasi UGM untuk menegaskan komitmennya dalam menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan profesional di bidang kefarmasian. Capaian ini sejalan dengan dukungan fakultas terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 mengenai pendidikan berkualitas melalui penyelenggaraan pendidikan tinggi yang inklusif dan berstandar internasional. Melalui kelulusan ini, diharapkan para alumni baru dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di tengah masyarakat.


