Yogyakarta, 2 Desember 2025 — Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Kuliah Tamu pada Mata Kuliah Farmakologi dan Toksikologi 1 dengan tema “Peran Farmakologi dan Toksikologi dalam Penemuan Obat Baru.” Kegiatan yang berlangsung secara daring ini menghadirkan tiga pakar di bidang biologi molekuler, farmakologi infeksi, dan resistensi obat kanker yang berasal dari BRIN, serta dipandu oleh Dr. apt. Soni Siswanto, M.Biomed., yang berperan sebagai moderator dan pengarah dalam sesi diskusi.
Sesi pertama dibawakan oleh Dr. Ria Fajarwati Kastian, M.Biotech., M.Bio.Sci, yang membahas pemanfaatan teknologi CRISPR/Cas9 dan teknik selomik untuk memahami fungsi gen adhesi sel pada kanker kolorektal metastatik. Melalui pendekatan ini, mahasiswa diperkenalkan pada cara kerja teknologi genome editing dalam mengidentifikasi target terapi dan mengungkap mekanisme penyakit secara presisi. Pada sesi berikutnya, Gusnaniar, M.Biotech., PhD., mengulas strategi farmakologi untuk menghambat biofilm patogen, mulai dari proses adhesi permukaan hingga transmisi bakteri. Sementara itu, Dr. apt. Bantari Wisynu Kusuma Wardhani, M.Biomed., menutup rangkaian pemaparan dengan membahas peran jalur TGF-β/TMEPAI dalam resistensi obat kanker payudara triple negatif serta potensi intervensi melalui teknologi genome editing.
Dengan pengelolaan diskusi yang interaktif , kegiatan ini tidak hanya memperkaya pemahaman mahasiswa, khususnya jenjang pascasarjana mengenai integrasi konsep farmakologi, toksikologi, dan biologi molekuler, tetapi juga membuka ruang dialog ilmiah yang mendorong pemikiran kritis dan kolaborasi riset. Forum ini berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Kesejahteraan) melalui penguatan riset kesehatan, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan menghadirkan pembelajaran berbasis sains mutakhir, serta SDG 9 (Inovasi dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan teknologi genomik dan bioteknologi dalam inovasi penemuan obat.



