Yogyakarta, 28 September 2026 — Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (BEM KMFA UGM) berhasil menorehkan prestasi gemilang di tingkat internasional. Melalui perannya sebagai Contact Person (CP) BEM KMFA UGM Indonesia, Hanindita Nafisa Sudiarso mengantarkan organisasi mahasiswa tersebut meraih penghargaan Winner of the Best CP Co-Lab Public Health Project Award 2025–2026 dari International Pharmaceutical Students’ Federation (IPSF). Penghargaan bergengsi ini diserahkan dalam rangkaian IPSF World Congress 2026 yang berlangsung di Bangkok, Thailand.
CP Co-Lab Project merupakan inisiatif strategis IPSF yang mempertemukan para Contact Person dari berbagai Member Organisations (MOs) di seluruh dunia untuk berkolaborasi mengembangkan proyek internasional. Inisiatif ini berfokus pada empat pilar utama, yaitu Public Health, Professional Development, Policy and Advocacy, serta Pharmacy Education.
Pada pilar Public Health, Hanindita Nafisa Sudiarso selaku perwakilan BEM KMFA UGM berkolaborasi lintas negara dengan organisasi mahasiswa farmasi internasional lainnya, yaitu ASEPA (Aljazair), Faculty of Pharmacy (Nepal), KEPhSA (Kenya), CAPSA (Kamerun), dan BEM FF UNAIR (Indonesia). Kolaborasi multinasional ini berhasil menginisiasi dan merancang proyek bertajuk “Climate Change & Health: The Invisible Mental Health Crisis.”
Proyek kolaboratif ini mengangkat isu krusial terkait dampak perubahan iklim terhadap kesehatan mental, khususnya fenomena tekanan psikologis yang semakin marak dirasakan oleh generasi muda di berbagai penjuru dunia. Melalui kampanye dan program edukasi yang diusung, tim berupaya meningkatkan kesadaran global akan keterkaitan erat antara krisis iklim dan tantangan kesehatan mental yang kerap kali tidak terlihat.
Atas inovasi, kedalaman materi, serta efektivitas kolaborasi internasional yang dihadirkan, proyek ini dinobatkan sebagai yang terbaik di kategorinya. Pencapaian ini tidak hanya membawa kebanggaan bagi Fakultas Farmasi UGM dan Indonesia, tetapi juga membuktikan kapasitas mahasiswa farmasi Indonesia dalam memimpin inisiatif serta merespons isu-isu kesehatan global secara nyata.
Pencapaian ini sekaligus mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui penanganan krisis kesehatan mental, SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui edukasi dampak krisis iklim, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kolaborasi mahasiswa farmasi lintas negara. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dan pemantik semangat bagi seluruh mahasiswa Fakultas Farmasi UGM untuk terus mengasah kompetensi, memperluas jejaring global, serta aktif berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai tantangan kesehatan masyarakat di tingkat dunia.
Kontibutor: BEM Farmasi UGM | Editor: Fathul



