Pola Hidup Sehat Lawan Covid-19

Farmasi UGM. Sejak pertama kali diumumkan adanya kasus positif COVID-19 di Indonesia, public baru tersadar bahwa Indonesia tidak kebal terhadap COVID-19. Mulailah terjadi keresahan di masyarakat yang ditanggapi dengan panic consumption terhadap berbagai multivitamin, suplemen dengan label imunomodulator dan empon-empon. Beberapa pertanyaan yang bersliweran di media social menanyakan bagaimana cara pencegahan terhadap infeksi COVID-19 dengan konsumen yang dikonsumsi sehari-hari. Mengingat sebagian besar virus bersifat self-limiting disease termasuk COVID-19, masa hidup COVID-19 diperkirakan sekitar 14 hari di dalam tubuh manusia yang terinfeksi, maka tindakan yang dapat dilakukan bagi semua orang adalah menjaga daya tahan tubuh kita sendiri untuk melawan COVID-19 menggunakan system imun alami tubuh. Menerapkan pola hidup sehat sudah cukup untuk mengaktifkan system imun tubuh antara lain dengan pola makan dengan gizi seimbang, minum air putih sedikitnya 6 gelas/hari, olah raga setidaknya 3 kali dalam seminggu (minimal 30 menit), menjaga kebersihan tubuh secara keseluruhan yaitu mandi setiap hari, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer setiap kali akan makan/minum, dan keluar dari kamar mandi, serta istirahat/tidur yang cukup (6-8 jam/hari). Termasuk di dalam pola hidup sehat yaitu menghindari stress akibat kepanikan dalam menyikapi wabah COVID-19 ini. Pola makan dengan gizi seimbang yang dimaksud adalah makan sumber makanan yang bervariasi, mengurangi garam, gula serta makanan mengandung lemak jenuh. Sumber makanan yang bervariasi yang direkomendasikan antara lain  makanan pokok sebagai sumber karbohidrat sesuai dengan kekayaan local berupa nasi (diperbanyak nasi dengan indeks glisemik rendah hingga menengah), umbi-umbi local yang merupakan makanan tinggi serat sebagai prebiotik. Prebiotik adalah makanan bagi bakteri flora normal dalam usus yang berfungsi sebagai mekanisme system imun dalam saluran pencernaan. Prebiotik di Indonesia terdapat dalam umbi-umbi local seperti garut (Maranta arundinacea), ganyong (Canna edulis), talas/kimpul/bentul (Colocacia esculenta L.), umbi jalar (Ipomoea batatas), porang, iles-iles, suweg, walur (Amorphophallus sp) serta umbi bunga dahlia (Dahlia sp). Porsi buah dan sayur dalam makanan sehari-hari harus minimal 3 porsi. Buah dan sayur apa saja baik untuk kesehatan, diupayakan konsumsi buah dan sayur berwarna-warni karena hal ini mengindikasikan tingginya antioksidan dalam buah dan sayur. Jika ingin camilan, dapat mengkonsumsi buah segar yang dipotong-potong daripada jus buah karena cenderung menambahkan gula pada jus buah.

Sumber protein dapat diperoleh dari konsumsi daging (sapi, ayam), ikan, kacang-kacangan serta susu dan produk olahan susu (keju, yogurt).

Selain pola makan dan pola hidup yang sehat, penggunaan herbal sebagai imunomodulator. Namun perlu diingat bahwa konsumsi imunomodulator ataupun vitamin dan suplemen tidak boleh menggantikan gizi seimbang yang dikonsumsi sehari-hari. Berikut ini beberapa herbal yang pernah diteliti baik secara in vitro (pada sel) maupun in vivo pada hewan uji.

Tabel 1. Herbal pendongkrak daya tahan tubuh

No. Nama tanaman Bagian tanaman Bahan yang diuji
1. Kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis) Bunga Ekstrak etanol
2. Brotowali (Tinospora cordifolia) Batang Ekstrak etanol
3. Teen (Ficus carica) Daun Ekstrak etanol
4. Lidah buaya (Aloe vera) Daun Ekstrak air
5. Murbei (Morus alba) Daun Ekstrak metanol
6. Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) Buah Jus
7. Bawang putih (Allium sativum) Umbi Ekstrak air
8. Kunyit (Curcuma longa) Rizoma Ekstrak air
9. Orang-aring (Eclipta alba) Semua bagian tanaman Ekstrak metanol
10. Mangga (Mangifera indica) Kulit batang Ekstrak etanol
11. Mimba (Azadirachta indica) Daun Ekstrak aseton
12. Mengkudu (Morinda citrifolia) Buah Ekstrak air
13. Pegagan (Centella asiatica) Semua bagian tanaman Ekstrak air
14. Cabe Jawa (Piper longum) Buah Ekstrak etanol
15. Echinace (Echinacea pupurea) Akar Ekstrak etanol
16. Meniran (Phyllanti niruri) Semua bagian tanaman Ekstrak
17. Keladi tikus (Thyponium flagelliforme) Umbi Ekstrak etanol
18. Sarang semut (Myrmecodia tuberosa) Umbi Ekstrak etanol

Merangkum hasil-hasil penelitian pada beberapa obat tradisional tersebut, konsumsi bahan-bahan pendongkrak system imun dapat dilakukan sepanjang waktu tertentu maksimal 8 minggu. Beberapa otoritas pengawas obat di beberapa negara Eropa merekomendasikan waktu penggunaan bahan bersifat imunomodulator tidak lebih dari 8 minggu dengan maksud agar jika pasien mengalami gangguan kesehatan dapat diketahui, tidak tertutupi oleh efek imunomodulator tersebut. Jika terjadi gangguan kesehatan, maka penderita harus memeriksakan diri ke fasiltas kesehatan.

Selain itu, penggunaan imunomodulator tidak direkomendasikan diberikan pada pasien-pasien penyakit kronis seperti leukemia, TB, serta penyakit autoimun seperti SLE, rheumatoid artritis, idiopatik trombositopeni purpura, DM tipe 1 dan lainnya. Pola hidup sehat dan pola makan sehat untuk dapat menangkal COVID-19 harus menjadi prioritas mengingat pengaruh pola makan dan hidup sehat lebih terpercaya dalam meningkatkan daya tahan tubuh melawan infeksi COVID-19.

Penulis : apt. Ika Puspitasari, M.Si., PhD (Ketua Program Studi Profesi Apoteker, Dosen Departemen Farmakologi & Farmasi Klinik, Fakultas Farmasi UGM)

Referensi

  • https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/cancer-in-general/treatment/complementary-alternative-therapies/individual-therapies/echinacea
  • Ma’at S. Phyllanthus niruri L. as an immunostimulator in mice [dissertation]. Surabaya: University of Airlangga; 1996
  • Manayi A., Vazirian M., Saeidnia S. Echinacea purpurea: Pharmacology, Phytochemistry and Analysis methods. Pharmacognosy Reviews.
  • Nurrochmad A., Ikawati M., Sari IP., Murwanti R., Nugroho AE. Immunomodulatory effects of ethanolic extract of Thyponium flagelliforme (Lodd) Blume in rats induced by cyclophosphamide. Evid Based Complementary Altern Med. 2015; 20 (3): 167-172.
  • Ramesh P., Piyush G., Mohd T., Sanjay K. Herbal Plants Used for Immunomodulatory Action : A Review. IJRPS. 2012; 2(3): 14-26.
  • Sasmito E., Hertiani T., Renggani TN., Laksana BJ. Poysaccharide-rich Fraction of Noni fruit (Morinda citrifolia) as Doxorubicin Co-chemotherapy: Evaluation of Catalase, macrophages and TCD8+limphocytes. Sci Pharm. 2015; 83 (3): 479-488.
  • Hertiani T., Sasmito E., Ulfah M. Preliminary study on immunomodulatory effect of Sarang-Semut Tuber Myrmecodia tuberosa and Myrmecodia pendens. OnLine Journal of Biological Sciences. 2010 ;10 (3): 136-141.
Share this post
Related Post
Type Keyword to Search