Fakultas Farmasi UGM Raih Rata-Rata Nilai Tertinggi Nasional pada UKOMNAS CBT

Yogyakarta, 7 Oktober 2026 – Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menorehkan capaian akademik di tingkat nasional dengan meraih rata-rata nilai tertinggi nasional dalam Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Apoteker Nasional (UKOMNAS) berbasis Computer Based Test (CBT). Fakultas Farmasi UGM menempati peringkat pertama nasional dengan rata-rata nilai 81,83 dari total 106 institusi yang mengikuti pelaksanaan UKOMNAS CBT.

Capaian tersebut menunjukkan performa mahasiswa Fakultas Farmasi UGM dalam menghadapi ujian kompetensi nasional sekaligus menjadi salah satu indikator kualitas pembelajaran dan kesiapan calon apoteker dalam memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan secara nasional. Dengan rata-rata nilai 81,83, Fakultas Farmasi UGM mencatatkan capaian tertinggi dibandingkan 105 institusi lainnya. Hasil ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Fakultas Farmasi UGM dalam menjaga kualitas pendidikan profesi apoteker serta mempersiapkan lulusan yang kompeten dan mampu berkontribusi di berbagai bidang kefarmasian.

Capaian UKOMNAS CBT ini juga menjadi refleksi atas proses pendidikan yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, hingga sistem pembelajaran yang diterapkan di lingkungan Fakultas Farmasi UGM. Keberhasilan tersebut diharapkan dapat terus dipertahankan dan menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan profesi apoteker secara berkelanjutan.

Melalui capaian ini, Fakultas Farmasi UGM terus memperkuat komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi dan profesionalisme di bidang kefarmasian. Prestasi tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi Fakultas Farmasi UGM untuk terus mengembangkan proses pembelajaran yang adaptif terhadap kebutuhan profesi dan perkembangan ilmu kefarmasian.

Capaian ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kualitas pendidikan dan kompetensi calon apoteker, serta SDG 3 (Good Health and Well-Being) melalui upaya menghasilkan tenaga profesional kefarmasian yang kompeten untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. 

Share this post
Type Keyword to Search