Curcuma longa
Zingiberaceae
Curcuma domestica
Kunyet (Aceh), Kunyit (Indonesia), Kunit (Banjar), Kunyit (Lampung), Kunyir, Koneng temen (Sunda), Kunir (Jawa), Konyek (Madura), Huni (Bima), Guraci (Ternate), Alawahu (Gorontalo), Kolalagu (Buol).
Berupa tanaman berhabitus di semak dengan tinggi kurang lebih 70 cm, batang semu, tegak, membulat, membentuk rimpang yang memiliki warna kehijauan. Daun tunggal, memiliki lanset memanjang, ujung dan pangkal meruncing, tepi rata, panjang 20-40 cm, lebar 8-12,5 cm, helai daun 3-8, lonjong, elips, pertulangan daun menyirip berwarna hijau pucat. Bunga majemuk, berambut, bersisik, warna merah atau merah muda, tangkai daun memiliki panjang 16-40 cm, mahkota kuning pucat, panjang 3 cm, lebar 1,5 cm, bentuk kelopak silindris, putih, bibir bunga warna kekuningan, bentuk lonjong, 1,2- 2 cm, kepala sari bertangkai di pangkal. Akar berbentuk serabut berwarna putih kecoklatan.
Rimpang digunakan untuk pengobatan gusi bengkak, asma, perut nyeri, sembelit, trachoma/mata, eksema, tekanan darah tinggi, kepala pusing, kudis, disentri, demam kuning, radang usus buntu. Akar digunakan untuk penyakit bengkak dan rematik.
–