Aleurites moluccana (L.) Willd.
Euphorbiaceae
Aleurites moluccana (L.) Willd. var. moluccana, orth var.; Aleurites remyi Sherff; Aleurites triloba J.R. Forst. & G. Forst.; Jatropha moluccana L.
Kemiri; Kereh (Aceh); Tanoan (Mandailing; Buwa kare (Nias); Kumbeh, miling (Basemah); Perija (Kutai); Buwah kareh (Minangkabau); Kemili, kemiling (Kubu); Kemiling (Lampung); Muncang (Sunda); Derekan, pidekan, kemiri, kameri (Jawa); Kamere, komere (Madura); Derekan, kameri, tingkih (Bali); Kaleli (Bima); Kawilu (Sumba); Kamie (Solor); Kamiri (Alor); Bintalo dudulaa, biahu dehai (Gorontalo); Feno (Timor); Saketa (Ternate dan Tidore)
Berupa tumbuhan berbatang besar berwarna abu-abu coklat dan bertekstur agak halus dengan garis-garis vertikal; tingginya sampai 45 m; daunnya berbentuk segitiga oval berwarna hijau tua dengan panjang 12,5-23 cm dan lebar 6-12 cm; buah bertempurung keras sehingga dinamakan juga buah keras; tebal kulit biji 3-5 mm; isi buah berwarna putih mengandung zat-zat: palmitin, stearin, miritin, asam-minyak, lemak, protein, gliserin, asam-fosfor, dan vitamin B1; bunga berkelamin ganda, putih kehijauan dengan mahkota bunga berwarna putih.
Daun digunakan untuk mengobati resam tubuh; biji digunakan untuk sembelit; kulit digunakan untuk berak darah, sariawan, menceret; getah daun digunakan untuk gigi rusak; abu biji/minyak digunakan untuk kapalan, rambut rontok.
–