Summer Course 2026 Resmi Dibuka, Bahas Sinergi antara Pengobatan Tradisional dan Artificial Intelligence

Yogyakarta, 13 Juli 2026 – Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) berkolaborasi dengan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM secara resmi membuka Summer Course 2026 yang mengusung tema “Traditional Medicine Meets AI: Rooted in Heritage, Driven by Innovation.” Kegiatan pembukaan dilaksanakan secara daring melalui Zoom dan diikuti oleh peserta dari berbagai negara.

Acara diawali dengan pembukaan oleh master of ceremony (MC), dilanjutkan dengan sambutan oleh Dekan Fakultas Farmasi UGM sekaligus pembukaan resmi Summer Course 2026, kemudian sambutan dari Dekan FK-KMK UGM. Dalam sambutannya, kedua dekan menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam menjawab tantangan kesehatan global melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang tetap berlandaskan pada kekayaan pengetahuan pengobatan tradisional.

Pembukaan Summer Course 2026 menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan akademik yang mempertemukan mahasiswa, akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara untuk mendiskusikan perkembangan riset, inovasi, serta penerapan AI dalam bidang pengobatan tradisional.

Sebanyak kurang lebih 88 peserta mengikuti Summer Course 2026 yang diselenggarakan selama tiga pekan, pada 13–31 Juli 2026, melalui dua skema, yaitu online dan hybrid. Peserta hybrid mengikuti rangkaian kegiatan secara daring pada dua pekan pertama, kemudian bergabung secara langsung di Fakultas Farmasi UGM pada pekan ketiga untuk mengikuti sesi pembelajaran dan kegiatan lapangan. Peserta berasal dari berbagai perguruan tinggi dan institusi di Indonesia serta mancanegara, meliputi Malaysia, Kamboja, Thailand, Vietnam, Filipina, Ekuador, Portugal, dan Prancis. 

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi keynote yang menghadirkan Prof. Dr.rer.nat. Arli Aditya Parikesit, S.Si., M.Si. dari School of Health and Life Sciences, i3L University dengan topik “Traditional Medicine Meets AI.” Sesi yang dimoderatori oleh apt. Setyowati Triastuti Utami, S.Farm., M.Sc., Ph.D. ini membahas potensi integrasi teknologi AI dalam penelitian dan pengembangan obat tradisional.

Dalam paparannya, Prof. Arli menjelaskan bagaimana AI berperan dalam mempercepat proses penemuan kandidat senyawa aktif, analisis data biologis, hingga prediksi interaksi molekul untuk mendukung pengembangan obat berbasis bahan alam. Integrasi teknologi tersebut diharapkan mampu memperkuat penelitian pengobatan tradisional dengan tetap mempertahankan nilai ilmiah dan kearifan lokal sebagai fondasi inovasi di bidang kesehatan.

Melalui Summer Course 2026, Fakultas Farmasi UGM berkontribusi dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui pengembangan pengobatan tradisional berbasis sains, SDG 4 (Quality Education) dengan penyelenggaraan pembelajaran internasional, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pemanfaatan AI dalam inovasi farmasi, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi lintas institusi dalam memajukan ilmu pengetahuan dan kesehatan berkelanjutan.

Penulis: Tiara | Editor: Fathul | Foto: Tim Panitia Summer Course

Share this post
Type Keyword to Search