Mahasiswa Farmasi UGM Raih Medali Emas dan Best Idea pada National Competition Ignite Future Fest 2026 Melalui Inovasi Jelly Strip Anti-Anemia

Yogyakarta, 5 April 2026 – Kabar membanggakan datang dari Universitas Gadjah Mada, dimana tim mahasiswa Fakultas Farmasi yang diketuai oleh Ngaisyah Intan Nuraini dan beranggotakan Ika Pratiwi Nurprayitnawati serta Zulfana Raisya Chairunia Amir berhasil menyabet dua penghargaan sekaligus. Tim tersebut sukses membawa pulang Medali Emas (Gold Medal) dan Penghargaan Ide Terbaik (Best Idea) dalam ajang National Competition Ignite Future Fest 2026 yang diselenggarakan oleh Futura Innovation Hub berkolaborasi dengan Medispro. Rangkaian perlombaan bergengsi ini berlangsung sejak 19 Januari hingga babak final offline pada 4–5 April 2026 di UIN Sunan Gunung Djati, Bandung. Mengusung tema “Academic Innovation Forum: Integrasi Pemikiran Kritis, Inovasi Sosial, dan Kapabilitas Entrepreneurial Berkelanjutan dalam Kerangka Pembangunan Inklusif serta Pencapaian SDGs Indonesia”, Tim Fakultas Farmasi UGM sukses mengungguli gagasan inovatif dari berbagai universitas papan atas lainnya seperti Universitas Airlangga, Universitas Diponegoro, Institut Pertanian Bogor, dan Universitas Negeri Semarang.

Prestasi gemilang ini diraih berkat gagasan visioner mereka dalam mengatasi tingginya prevalensi anemia di Indonesia yang mencapai sekitar 32% pada remaja perempuan usia 15–24 tahun. Untuk menjawab tantangan rendahnya efektivitas program Tablet Tambah Darah (TTD) konvensional dari pemerintah akibat kurangnya kepatuhan konsumsi dan minimnya edukasi dini, Tim Farmasi UGM menciptakan produk pangan fungsional inovatif dalam bentuk Jelly Strip. Produk berbasis bahan alam ini memanfaatkan kombinasi unik ekstrak biji salak, jambu biji, dan bit merah yang kaya akan zat besi alami dan vitamin C untuk mengoptimalkan penyerapan hemoglobin. Menariknya, inovasi fisik tersebut dikembangkan secara holistik bersama ekosistem digital berupa website khusus yang berfungsi sebagai sistem penapisan (screening) awal sekaligus pemantauan (monitoring) kepatuhan konsumsi remaja secara berkala.

Inovasi multidimensional ini dirancang secara matang untuk mendukung percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) di Indonesia pada beberapa poin krusial. Melalui intervensi formulasi bahan alam, gagasan ini berkontribusi langsung pada SDGs Poin 3 mengenai Kehidupan Sehat dan Sejahtera dengan menurunkan angka anemia pada remaja perempuan selaku kelompok usia produktif demi memastikan transisi menuju generasi masa depan yang lebih sehat. Selain itu, produk ini mendukung SDGs Poin 4 mengenai Pendidikan Berkualitas karena keberhasilan mengatasi anemia akan memulihkan kapasitas belajar, tingkat konsentrasi, dan kemampuan kognitif para pelajar yang sebelumnya terganggu. Di sisi lain, pemanfaatan ekstrak biji salak, jambu biji, dan bit merah juga merepresentasikan andil nyata terhadap SDGs Poin 2 mengenai Tanpa Kelaparan khususnya sub-target nutrisi melalui penguatan ketahanan pangan lokal dan diversifikasi pangan fungsional yang inklusif. Keberhasilan Tim Farmasi UGM ini membuktikan bahwa integrasi antara pemikiran kritis akademis, sensitivitas sosial, serta pemanfaatan teknologi mampu melahirkan solusi kewirausahaan berkelanjutan yang membawa dampak nyata bagi kemajuan bangsa.

Penulis : Sekar Ayu Larasati I Editor : Fathul Muin

Share this post
Type Keyword to Search