Yogyakarta, 10 Mei 2026 — Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Hackathon Kefarmasian Tingkat Nasional 2026 yang diselenggarakan oleh ISPE DIY–Jateng Student Chapter secara hybrid. Kompetisi ini mempertemukan mahasiswa, praktisi, dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk berkolaborasi merumuskan solusi inovatif terhadap tantangan nyata di industri farmasi.
Dalam kompetisi tersebut, Tim 2 dari Universitas Gadjah Mada berhasil meraih dua penghargaan bergengsi, yaitu Winner Team dan Most Valuable Presenter. Tim ini beranggotakan Tahilani (25/3201A15159), Azzahra Aurelya Saraswati Pramono (24/533523/FA/14353), dan Maghfira Mecca Audriana (24/533006/FA/14346). Sementara itu, penghargaan Most Valuable Presenter diraih oleh Widha Nur Yuliharjanti (25/570411/FA/15184), mahasiswa Program Profesi Apoteker UGM, atas kemampuan presentasinya yang dinilai sangat baik dalam menyampaikan gagasan tim secara jelas, sistematis, dan meyakinkan, termasuk dalam menjawab sesi tanya jawab bersama dewan juri.

Pada kompetisi ini, Tim 2 mengusung gagasan bertajuk Medihorison Vision 2035, sebuah strategi inovatif untuk mentransformasi industri farmasi sebagai aktor global di bidang farmasi steril dan bioteknologi. Solusi yang ditawarkan berfokus pada pemanfaatan teknologi dan digitalisasi guna menghadapi tantangan industri farmasi global yang semakin kompetitif.
Beberapa inovasi utama yang diusulkan meliputi implementasi Electronic Batch Record (EBR) untuk meningkatkan efisiensi dan kepatuhan terhadap standar global, pemanfaatan toll manufacturing sebagai strategi fleksibel dalam memenuhi permintaan pasar, pengembangan produk bioteknologi seperti trastuzumab untuk terapi kanker, optimalisasi lini produksi melalui debottlenecking dan otomatisasi berbasis AI predictive maintenance, serta penyusunan roadmap Vision 2035 untuk memperkuat daya saing industri farmasi Indonesia di tingkat internasional.
Prestasi ini mencerminkan dedikasi, kreativitas, dan kemampuan kolaboratif mahasiswa Fakultas Farmasi UGM dalam menghadirkan solusi yang aplikatif dan berorientasi masa depan. Keberhasilan tersebut juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam pengembangan industri farmasi nasional maupun global.
Capaian ini sejalan dengan komitmen Fakultas Farmasi UGM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kompetensi mahasiswa, SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) melalui pengembangan inovasi berbasis teknologi di bidang farmasi, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara mahasiswa, akademisi, dan praktisi industri dalam menciptakan solusi yang berdampak bagi masyarakat.
Penulis : Gilang I Editor : Fathul Muin



