Kuliah Tamu dan Kolaborasi Riset: Fakultas Farmasi UGM Sambut Prof. Joel Tyndall dari University of Otago, Selandia Baru

Yogyakarta, 29 Agustus 2025 – Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan akademik dari Prof. Joel Tyndall, guru besar di bidang computational drug design and discovery dari University of Otago, New Zealand. Kehadiran Prof. Tyndall di Fakultas Farmasi UGM ditandai dengan penyampaian guest lecture, diskusi ilmiah, serta penjajakan kerja sama riset untuk memperkuat kolaborasi internasional di bidang ilmu kefarmasian.

Sebagai seorang akademisi dengan keahlian mendalam di bidang virtual screening, structural biology, dan drug development untuk penyakit peradangan, kanker, serta patogen infeksius (termasuk bakteri, jamur, dan virus), Prof. Tyndall membagikan metodologi terkini yang tengah dikembangkan dalam riset global. Kunjungan ini tidak hanya bertujuan menyampaikan wawasan terbaru, tetapi juga mendorong pertukaran akademik dan inisiatif penelitian bersama antara Fakultas Farmasi UGM dan University of Otago.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Farmasi UGM berharap dapat memperkuat kerja sama akademik yang berkelanjutan dengan University of Otago, khususnya pada bidang desain obat, resistensi antimikroba, dan terapi kanker. Selain itu, kuliah tamu ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas peneliti dan mahasiswa Farmasi UGM dalam penguasaan teknik virtual screening, molecular modeling, serta experimental validation.

Tidak hanya sebagai forum ilmiah, kunjungan Prof. Tyndall juga dimaksudkan untuk mempererat jejaring antara Indonesia dan Selandia Baru. Diskusi dan interaksi akademik yang berlangsung membuka peluang untuk membangun kemitraan jangka panjang dalam pendidikan dan penelitian farmasi, selaras dengan komitmen Fakultas Farmasi UGM dalam mendorong inovasi penemuan obat dan memperkuat kolaborasi global.

Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Quality Education (SDG 4) melalui peningkatan mutu pendidikan tinggi, Good Health and Well-being (SDG 3) melalui kontribusi riset dalam penemuan obat, serta Partnerships for the Goals (SDG 17) dengan memperkuat kerja sama internasional di bidang ilmu kefarmasian.

Share this post
Type Keyword to Search