Gedung Unit I - Dekanat
Gedung Unit II - Bagian Biologi Farmasi
Gedung Unit III - Farmasetika
Gedung Unit IV - Bagian Kimia Farmasi
Gedung Unit V - Farmakologi
NextPrev
UGM Temukan 100 Molekul Baru Kurkumin Kunyit
Rabu, 18 Januari 2012 - 03:36:12 WIB - Dibaca: 131 kali
Tanaman kunyit banyak terdapat di Indonesia dan telah digunakan oleh masyarakat secara tradisional, baik sebagai makanan maupun obat. Penelitian ilmiah kunyit yang diketahui mengandung kurkumin telah terbukti mempunyai khasiat antiinflamasi, antioksidan, antimikroba, antikanker, dan antitumor. Di Fakultas Farmasi UGM, kurkumin telah dikembangkan menjadi molekul baru yang mempunyai efek analgetika-anti inflamasi yang lebih paten dan dapat dimanfaatkan untuk terapi kanker. "Ada seratus molekul baru yang kita ... Selengkapnya
Prof. Kuswandi : Resistensi Bakteri terhadap Antibiotika Kian Meningkat
Jumat, 23 Desember 2011 - 14:23:28 WIB - Dibaca: 311 kali
Bulan Juni lalu dunia sempat digemparkan dengan munculnya bakteri Escherichia coli yang telah merenggut 26 jiwa di Jerman dan 1 orang di Swedia. Sejak mewabahnya bakteri tersebut, tercatat 3.235 kasus yang dilaporkan di Jerman, 72 di antaranya menderita sindrom uremik hemolitik, penyakit yang mengancam jiwa karena mengancurkan ginjal dan sistem syaraf. Bakteri E. coli diidentifikasi sebagai E. coli enterohaemorhagic (EHEC) yang didalamnya mengandung gen yang kebal terhadap antibiotika. “Dewasa ini kasus resistensi ... Selengkapnya
Industri Farmasi Indonesia Masih Tertinggal
Senin, 19 Desember 2011 - 08:37:52 WIB - Dibaca: 328 kali
Industri farmasi di Indonesia sampai saat ini masih tertinggal dengan kemajuan industri farmasi di luar negeri. Penyebab tertinggalnya industri farmasi Indonesia itu antara lain karena masih banyak penelitian berbasis kimiawi dan bioteknologi di tingkat perguruan tinggi yang belum dikembangkan pada skala industri. Selain penelitian yang minim dan baru pada skala perguruan tinggi untuk bahan sintetik obat-obat kimia itu saat ini masih banyak yang diimpor dari luar negeri. “Bahan sintetik kimia obat-obatan hampir 90% ... Selengkapnya
Prof. Sugeng: Metode Konvensional Untuk Identifikasi Senyawa Tak Memadai
Kamis, 15 Desember 2011 - 07:44:09 WIB - Dibaca: 282 kali
Pada awalnya identifikasi suatu senyawa dilakukan dengan mengamati reaksi-reaksi kimia, yaitu dengan cara mendestruksi senyawa yang diidentifikasi. Kemudian hasil destruksi dipergunakan untuk menyimpulkan molekul asal. Selain dilakukan reaksi-reaksi kimia pada gugus fungsional yang ada pada molekul itu. Menurut Prof. Dr. Sugeng Riyanto, M.S., Apt dalam proses identifikasi pada umumnya dicari reaksi-reaksi yang dapat diamati. Cara-cara ini awalnya cukup memadai, namun setelah diketemukan sedemikian banyak senyawa baru, dan ... Selengkapnya
Abilawa, Es Krim Temulawak Olahan Mahasiswa Farmasi UGM
Rabu, 19 Oktober 2011 - 12:31:51 WIB - Dibaca: 721 kali
Tokoh Abilawa tentunya tidak asing lagi di telinga para pecinta wayang. Ya, Abilawa merupakan nama samaran dari salah satu tokoh Pandawa yakni Bima/Werkudoro. Namun, Abilawa yang satu ini sebenarnya bukanlah sosok yang gagah perkasa yang bersenjatakan kuku Ponconoko. Abilawa ini adalah sebuah inovasi produk es krim berbahan temulawak yang diberi label awal bisnis temulawak atau disingkat dengan “Abilawa” . Abilawa lahir dari tangan-tangan kreatif sejumlah mahasiswa Farmasi UGM yang terdorong untuk ... Selengkapnya