Yogyakarta, 2 September 2025 – Salah satu mahasiswa berprestasi dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Iffah Zakiya Yasmin, berhasil meraih penghargaan dalam ajang D-STAR 2025 (Darya-Varia Scholarship for Talented Aspiring Women Researchers). Kompetisi yang diselenggarakan oleh PT Darya-Varia Laboratoria Tbk ini merupakan bagian dari perayaan 50 tahun kontribusi Darya-Varia di industri farmasi Indonesia, yang berfokus pada pengembangan inovasi kesehatan berbasis kekayaan hayati lokal.
Program beasiswa ini dirancang secara khusus untuk mendukung dan memberdayakan mahasiswa berbakat di bidang farmasi, terutama dalam melakukan riset yang mempertimbangkan aspek inklusivitas gender. Inisiatif ini lahir dari keprihatinan terhadap data UNESCO yang menunjukkan adanya kesenjangan, di mana meskipun lebih dari 70% lulusan ilmu hayat di Asia Tenggara adalah perempuan, hanya 31% yang berhasil mencapai posisi strategis di bidang riset dan inovasi.
Prof. Dr. apt. Satibi, M.Si., Dekan Fakultas Farmasi UGM menyatakan apresiasinya terhadap program ini. “D-STAR memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi para mahasiswa kami. Bukan hanya soal pendanaan, tapi juga soal bagaimana mereka membentuk pola pikir sebagai peneliti yang tangguh dan berorientasi pada dampak. Ini langkah nyata untuk membuka akses yang lebih setara bagi talenta muda,” ujarnya.
Inisiatif D-STAR 2025 tidak hanya mendorong kemajuan ilmu pengetahuan, tetapi juga selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Melalui fokus pada pengembangan produk kesehatan inovatif dari sumber daya alam, program ini secara langsung mendukung SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Dengan menyediakan wadah khusus bagi peneliti perempuan, D-STAR secara aktif berkontribusi pada SDG 5 (Kesetaraan Gender), memberdayakan perempuan untuk menjadi pemimpin masa depan di bidang sains. Lebih jauh lagi, dengan menggali potensi ekonomi dari tanaman obat Indonesia, inisiatif ini turut mendorong SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), menciptakan industri berbasis riset yang kuat dan berkelanjutan.
Pemenang D-STAR 2025 menerima manfaat komprehensif yang mencakup beasiswa riset senilai Rp 30.000.000, program pelatihan intensif, bimbingan langsung dari praktisi industri dan akademisi terkemuka, serta kesempatan untuk membangun jejaring profesional yang luas. Fokus utama program tahun ini adalah mengintegrasikan ilmu pengetahuan modern dengan kearifan lokal dalam pemanfaatan tanaman obat, sebuah warisan bernilai tinggi. Hal ini sejalan dengan laporan Custom Market Insights (2024) yang memproyeksikan pertumbuhan pasar pengobatan herbal di Indonesia dari USD 13,7 miliar pada 2024 menjadi USD 25,4 miliar pada 2033, yang menandakan urgensi riset yang inklusif dan tepat sasaran.



