Fakultas Farmasi UGM Selenggarakan Workshop Pembukaan dan Akreditasi Minimal Program Studi Apoteker Spesialis

Yogyakarta, 13 Januari 2026 — Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Workshop Pembukaan dan Akreditasi Minimal Program Studi Apoteker Spesialis sebagai bagian dari persiapan pembukaan program studi baru dalam pengembangan pendidikan kefarmasian di Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 13 Januari 2026, pukul 08.00–15.00 WIB, bertempat di Ruang Sidang Pimpinan APSLC Lantai 7, Fakultas Farmasi UGM.

Workshop ini menjadi forum untuk membahas kesiapan akademik, kurikulum, sumber daya manusia, serta pemenuhan standar akreditasi minimal Program Studi Apoteker Spesialis. Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Farmasi UGM, Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia, serta Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni, bersama para dosen dari Fakultas Farmasi UGM maupun dosen atau praktisi apoteker dari berbagai institusi lainnya.

Kegiatan ini menghadirkan apt. Holis Abdul Holik, Ph.D dari Universitas Padjajaran sebagai narasumber yang memberikan pemaparan terkait dengan Best Practice Pembukaan Program Studi Spesialis Farmasi Nuklir. Pemaparan kedua terkait Persyaratan Pembukaan Program Studi Apoteker Spesialis dan Akreditasi Minimal yang diberikan oleh Dra. apt. Titiek Martati, M.Si. dari LAM-PTKes. Kehadiran para narasumber tersebut memperkaya diskusi dalam perumusan kebijakan, pengembangan kurikulum, pemenuhan standar akreditasi, serta penguatan mutu pendidikan profesi kefarmasian. Selain itu, kegiatan ini juga dilanjutkan dengan sesi kerja mandiri Tim Pengembang Prodi Apoteker Spesialis Fakultas Farmasi UGM.

Pelaksanaan kegiatan ini sejalan dengan komitmen Fakultas Farmasi UGM dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui penguatan kompetensi apoteker spesialis untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pengembangan pendidikan profesi lanjutan yang unggul dan berstandar mutu, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan mendorong inovasi dan penguatan sistem pendidikan kefarmasian yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Share this post
Type Keyword to Search