Yogyakarta, 24 November 2025 — Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun lingkungan kampus yang sehat dan berkelanjutan melalui pengembangan inovasi pengolahan limbah farmasi dan penelitian di laboratorium.
Program ini bertujuan memastikan bahwa seluruh aktivitas pendidikan dan penelitian yang dihasilkan di lingkungan fakultas dikelola secara aman dan bertanggung jawab. Melalui kolaborasi antara dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa, Fakultas Farmasi UGM mengimplementasikan sistem pengolahan limbah terintegrasi yang mencakup pemilahan limbah, penggunaan teknologi netralisasi ramah lingkungan, serta prosedur pemusnahan yang sesuai standar keselamatan.
Inisiatif ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui upaya meminimalkan risiko paparan limbah berbahaya; SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak) lewat pengelolaan limbah cair laboratorium agar tidak mencemari sumber air; serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan mendorong praktik laboratorium yang efisien, aman, dan berorientasi keberlanjutan.
Fakultas Farmasi UGM berharap langkah ini dapat menjadi model pengelolaan limbah yang dapat direplikasi di lingkungan perguruan tinggi lainnya serta memperkuat peran UGM sebagai kampus pelopor pengembangan ilmu yang selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.



