Yogyakarta, 6 Januari 2026 — Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan strategis dari PT Selatox Bio Pharma guna membahas peluang kerja sama di bidang riset dan pengembangan sumber daya manusia berskala internasional. Pertemuan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat ekosistem riset farmasi dan membuka peluang emas bagi mahasiswa UGM untuk berkiprah di industri bio-farmasi global.
Dalam sesi pembuka, tim Research and Development (RnD) dari PT Selatox Bio Pharma memaparkan profil perusahaan serta fokus inovasi yang sedang dikembangkan. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang bio-farmasi, Selatox menekankan pentingnya integrasi antara kemajuan teknologi laboratorium dengan kebutuhan industri farmasi saat ini.
Salah satu poin utama dalam diskusi ini adalah rencana kolaborasi dalam program mobilitas mahasiswa melalui Global Talent Program. PT Selatox memproyeksikan penyerapan sekitar 1.000 hingga 2.000 mahasiswa untuk belajar dan bekerja langsung di pusat riset dan fasilitas perusahaan mereka yang berlokasi di Korea Selatan.
Program ini ditujukan bagi mahasiswa tingkat Sarjana (S1), Magister (S2), dan Doktor (S3). Melalui skema ini, mahasiswa Fakultas Farmasi UGM berkesempatan untuk mendapatkan pengalaman kerja internasional, terlibat dalam riset bio-farmasi tingkat lanjut, serta memahami dinamika industri farmasi di tingkat global.
Selain mobilitas mahasiswa, kedua belah pihak juga menjajaki kolaborasi riset yang melibatkan dosen dan peneliti antar-negara. Kerja sama ini diharapkan mencakup penelitian bersama dalam pengembangan produk biologis dan obat-obatan inovatif, pertukaran keahlian teknis antara peneliti Fakultas Farmasi UGM dan tim RnD Selatox untuk mempercepat hilirisasi riset kampus ke dunia industri, dan peluang bagi peneliti untuk memanfaatkaan infrastruktur riset mutakhir di pusat riset Selatox di Korea.
Inisiatif ini secara langsung berkontribusi pada SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyediaan akses pembelajaran praktis bersskala internasional, serta SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui pengembangan riset obat-obatan inovatif. Selain itu, sinergi ini mencerminkan semangat SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dengan membangun kolaborasi lintas sektor antara akademisi dan industri global guna memperkuat ketahanan kesehatan. Dekan Fakultas Farmasi UGM menyambut positif inisiatif ini dan menekankan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan visi universitas untuk mencetak lulusan yang kompetitif di level internasional. Pertemuan ini diharapkan segera berlanjut ke tahap penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) untuk meresmikan teknis pelaksanaan program di masa mendatang.


