Dipimpin Mahasiswa dari Fakultas Farmasi, Delegasi UGM Raih Medali Emas di Ajang Biologi Sintetik iGEM 2025 di Paris

Yogyakarta, 3 November 2025 — Delegasi Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mengukir prestasi gemilang di kancah internasional. Tim International Genetically Engineered Machine (iGEM) UGM 2025 berhasil menyabet medali emas dalam ajang bergengsi iGEM Grand Jamboree 2025 yang digelar di Paris Convention Centre, Prancis. Pencapaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Fakultas Farmasi UGM, mengingat delegasi tahun ini dinahkodai oleh mahasiswi Fakultas Farmasi yang berkolaborasi lintas disiplin ilmu.

Tim iGEM UGM 2025 dipimpin oleh Assyfa Atha mahasiswi Fakultas Farmasi sebagai ketua tim, dengan dukungan penuh dari rekan-rekan Fakultas Farmasi lainnya, yaitu Naufal Ahmad Fauzy, Fahmi Ihsanuddin Jauhari, dan Iffah Zakiya Yasmin.

Di bawah kepemimpinan mereka, tim yang juga beranggotakan 16 mahasiswa lain dari Fakultas Biologi, FK-KMK, Pertanian, dan MIPA ini sukses mengembangkan proyek bertajuk SALTY (Salt Activated with TYDV). Proyek ini menawarkan solusi inovatif dalam biomanufaktur vaksin dengue DENV-2 Domain III yang terjangkau dengan memanfaatkan tanaman tembakau (Nicotiana tabacum).

Menggunakan pendekatan rekayasa ekspresi salt-inducible TYDV Rep/RepA, mereka berhasil meningkatkan efisiensi produksi protein pada tanaman. Inovasi ini berpotensi menjadikan tanaman sebagai “pabrik bio” untuk produksi vaksin yang murah, menjawab tantangan akses kesehatan di negara-negara tropis dengan sumber daya terbatas.

Perjalanan menuju Paris diawali dengan serangkaian prestasi di tingkat nasional dan internasional. Sebelumnya, sub-tim mereka (Phytovac dan Gamanthrax) telah meraih Gold Medal di Bioinformatics and Synthetic Biology Competition (BIOS) 2024. Prestasi berlanjut di Global Open Genetic Engineering Competition (GOGEC) 2025 dengan meraih Best Computational Project.

Tidak hanya dalam kompetisi, kontribusi Fakultas Farmasi juga terlihat dalam diseminasi keilmuan. Video dokumentasi riset berjudul “Tembakau, Warisan Nusantara: Dari Ritual Budaya ke Inovasi Vaksin Dengue” yang diusulkan tim ini juga berhasil menerima insentif pengembangan konten pembelajaran daring 2025. Pengusulan video ini diketuai langsung oleh dosen Fakultas Farmasi UGM, apt. Setyowati Triastuti Utami, Ph.D.

Keberhasilan proyek ini juga tidak lepas dari dukungan para dosen pendamping, apt. Setyowati Triastuti Utami, Ph.D. dan alumni Fakultas Farmasi, apt. I Made Rhamandana Putra, S. Farm, yang bahu-membahu bersama dosen dari fakultas lain di bawah koordinasi Dr. Yekti Asih Purwestri, M.Si.

Pencapaian Tim iGEM UGM 2025 ini sejalan dengan komitmen Fakultas Farmasi UGM terhadap beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Melalui pengembangan vaksin dengue yang terjangkau dan berbasis tanaman, proyek SALTY mendukung SDG 3 (Good Health and Well-being) dengan memperluas akses terhadap layanan kesehatan dan vaksin di wilayah tropis yang rawan penyakit menular. Pendekatan biomanufaktur ramah lingkungan yang menggunakan Nicotiana tabacum juga mencerminkan kontribusi terhadap SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure), karena mendorong riset lintas disiplin untuk inovasi bioteknologi berkelanjutan. Selain itu, kolaborasi mahasiswa dari berbagai fakultas memperkuat SDG 17 (Partnerships for the Goals) dengan menunjukkan pentingnya kemitraan lintas bidang dan lintas generasi dalam mencapai solusi ilmiah yang berdampak global.

Kontributor: Tim iGEM UGM 2025

Share this post
Type Keyword to Search