Bahas Peluang Kolaborasi Internasional, Fakultas Farmasi UGM Terima Kunjungan dari Monash University

Yogyakarta, 1 April 2026 – Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan dari perwakilan Monash University, Australia, dalam kegiatan courtesy meeting. Pertemuan ini dihadiri oleh Professor Zanfina Ademi, Head of the Health Economics and Policy Evaluation Research (HEPER) Group, Faculty of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences, Monash University dan pimpinan Fakultas Farmasi UGM beserta beberapa dosen dan staf akademik.

Kegiatan ini bertujuan untuk membahas potensi kerja sama antara kedua institusi, sekaligus memperluas jejaring internasional Fakultas Farmasi UGM, khususnya dengan Faculty of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences, Monash University. Fokus pembahasan mencakup peluang kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat yang diharapkan dapat memberikan dampak signifikan bagi pengembangan ilmu kefarmasian secara global.

Dalam diskusi yang berlangsung lancar, kedua belah pihak saling berbagi pengalaman dan keunggulan masing-masing institusi, termasuk dalam pengembangan riset kesehatan berbasis ekonomi dan kebijakan (health economics and policy). Kolaborasi ini diharapkan mampu membuka peluang pertukaran akademik, joint research, publikasi bersama, hingga pengembangan program inovatif yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan farmasi.

Sebagai bentuk komitmen awal kerja sama, kegiatan ini juga ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara Fakultas Farmasi UGM dan Monash University. Penandatanganan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus menjadi landasan untuk implementasi program kolaboratif di masa mendatang.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Farmasi UGM menegaskan komitmennya dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada poin SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Kolaborasi internasional ini diharapkan dapat memperkuat kontribusi akademisi dalam menjawab tantangan kesehatan global melalui inovasi, riset, dan kemitraan yang berkelanjutan.

Share this post
Type Keyword to Search