Pos oleh :

Administrator Web

Farmasi UGM Salurkan Logistik Bagi Mahasiswa

Farmasi UGM – Dekan Fakultas Farmasi UGM secara simbolis telah menyerahkan bantuan sembako kepada mahasiswa kurang mampu pada Selasa, 7 April 2020. Bantuan tersebut diperuntukan bagi 36 mahasiswa Fakultas Farmasi UGM yang membutuhkan dalam masa pencegahan wabah Covid-19 ini. “Mahasiswa-mahasiswa penerima bantuan ini merupakan mahasiswa-mahasiwa aktif dari angkatan 2016 hingga angkatan 2019”, terang Oki Irawan selaku Keuta BEM Keluarga Mahasiswa Fakultas Farmasi UGM.

Staf Bagian Tata Usaha Farmasi UGM menyebutkan bahwa ada beberapa kriteria penerima bantuan tersebut, diantaranya merupakan mahasiswa perantauan yang pada saat ini belum dapat kembali ke daerah asal sehingga masih bertahan di Jogja, dan juga kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tujuan dari program ini sendiri adalah untuk memudahkan dan mengurangi beban mahasiswa kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya. read more

Mengenal Reseptor ACE2, “Pintu Masuk” Virus Covid-19

Farmasi UGM. Kehadiran virus corona baru SARS-CoV2 yang menyebabkan pandemi penyakit COVID-19 (coronavirus disease 2019) yang hampir melumpuhkan seluruh dunia telah menantang para ahli untuk mengalahkan virus tersebut. Berdasarkan kemiripan dengan virus corona sebelumnya yaitu SARS-CoV yang menyebabkan penyakit SARS pada tahun 2002-2003 yang lalu, disebut-sebut bahwa virus ini memasuki sel yang diinfeksinya melalui suatu reseptor di permukaan sel yang disebut Angiotensin Converting Enzyme 2 (ACE2).  Apakah sebenarnya reseptor ACE2 dan peranannya dalam penyakit COVID-19? Di bawah ini ulasannya. read more

Farmasi UGM Salurkan Bantuan Hand Sanitizer untuk Fasilitas Kesehatan DIY

Farmasi UGM – Dalam menghadapi kelangkaan hand sanitizer di pasaran, Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada mengadakan program pengadaan hand sanitizer bagi fasilitas kesehatan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Seperti yang telah diketahui, semenjak wabah Covid-19 merebak, pasaran berbagai produk hand sanitizer kewalahan dalam menghadapi kebutuhan pasar. Selain masker, hand sanitizer perlahan mulai sulit didapatkan. Kondisi ini sangat mempengaruhi keberlangsungan penanganan pasien di fasilitas-fasilitas kesehatan di DIY. read more

Cara Penggunaan Disinfektan yang Tepat untuk Mencegah Penyebaran Covid-19

Pendahuluan

Sejak Covid-19 pertama kali dilaporkan oleh WHO di Wuhan China pada akhir Desember 2019, saat ini telah menyebar ke lebih dari 180 negara termasuk Indonesia. Semua negara berupaya mempersempit penyebaran virus Covid-19 yang ditransmisikan antar manusia melalui droplet (1). Virus sangat berbeda dengan bakteri dalam hal ukuran yaitu 40-160 nm, memiliki struktur berupa tonjolan glikoprotein dan membrane protein berbentuk amplop yang memiliki kemiripan struktur dengan virus SARS-CoV hingga 75-90%. Struktur gen pada Covid-19 juga mirip dengan SARS-CoV (>80%). Covid-19 akan inaktif jika terkena sinar ultraviolet dan suhu tinggi serta disinfektan yang bersifat lipofil (larut lemak) yaitu : eter, etanol, klorin, asam peroksi asetat dan kloroform (2). Covid-19 akan berkembang biak dalam tubuh manusia dalam masa inkubasi 3-7 hari bahkan hingga 14 hari. Sepanjang daya tahan tubuh manusia yang terinfeksi cukup, maka Covid-19 akan mati dengan sendirinya (self limiting disease) (3). Hingga saat ini belum ada obat antivirus yang spesifik direkomendasikan untuk terapi  Covid-19, sehingga upaya yang dapat dilakukan adalah upaya pencegahan penyebaran (transmisi) virus dengan mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer lebih sering dengan air mengalir, menghindari menyentuh area muka, jika batuk dan bersin ditutupi dengan lengan atas atau sapu tangan, hindari kerumunan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS)/ gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS). Makan dengan gizi seimbang adalah makanan empat sehat lima sempurna dengan porsi sayur dan buah 2-5 porsi dalam sehari merupakan upaya untuk mempertahankan daya tahan tubuh melawan infeksi Covid-19 (4). read more

Dosen UGM dan Sejumlah Komunitas Bagikan 7 Ribu Handsanitizer Pada Masyarakat

Dosen Fakultas Farmasi UGM, Dr. rer. nat. Ronny Martien., M.Si., membuat cairan pembersih tangan atau handsanitizer dari daun sirih hijau yang dibagikan secara gratis kepada masyarakat.

“Bersama dengan sejumlah relawan dari beberapa komunitas kita bagikan 7.000 handsanitizer ukuran 60 ml dan 100 ml secara cuma-cuma kepada masyarakat,”jelas Ronny usai kegiatan pembagian handsanitizer “Piperantis”, Kamis (26/3).

Dia mengatakan pembagian handsanitizer yang dinamai Jogja Peduli ini dilakukan sebagai wujud kampanye hidup bersih dan sehat agar terhindar dari virus corona (Covid-19). Selain itu, juga membantu masyarakat dalam mengatasi kelangkaan handsanitizer selama pandemi virus corona. Handsanitizer dari daun sirih telah teruji dapat membunuh bakteri dan aman digunakan. read more

Menakar Potensi Tumbuhan Indonesia untuk Pencegahan Infeksi Virus Corona

Seputar Infeksi Virus Korona.

Kita semua pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah penyakit COVID-19 yang disebabkan oleh coronavirus (SARS-CoV-2) atau dalam bahasa sehari-hari sering disebut sebagai virus korona. Hal inilah yang menyebabkan hampir semua agen kegiatan kita berantakan di awal tahun ini. Sampai saat artikel ini ditulis, lebih dari 250.000 kasus dilaporkan dengan tingkat kematian mencapai lebih dari 10.000 jiwa yang tersebar di lebih dari 180 negara. Sampai saat ini belum ada terapi atau vaksin yang telah disetujui untuk semua tipe coronavirus yang menginfeksi manusia. Salah satu tindakan pencegahan penyebaran virus ini adalah dengan menggalakkan program jaga jarak atau social distancing dan cuci tangan dengan seksama selama minimal 20 detik. Disinyalir, SARS-CoV-2 berasal dari spesies kelelawar yang berperan sebagai reservoir berbagai macam coronavirus, yang selanjutnya bermutasi dan dapat menular dari orang ke orang. read more

Alumni Farmasi UGM Donasikan Kuota Internet Bagi Mahasiswa untuk Mengikuti Kuliah Online

Farmasi UGM – Semenjak wabah Covid-19 atau yang biasa dikenal dengan corona virus ditetapkan pada status awas di lingkungan Universitas Gadjah Mada, beberapa fakultas melakukan tanggap darurat dan membuat kebijakan-kebijakan guna untuk pencegahan wabah.

Fakultas Farmasi sendiri, sejak pertengahan bulan Maret 2020, tepatnya tanggal 16 Maret telah memberlakukan kuliah daring untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 melalui Surat Edaran Dekan tentang Kebijakan Perkuliahan dan Praktikum (SE Dekan nomor 1.15.03/UN1/FFA/SETPIM/OT/2020). Peniadaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di kampus menjadi keputusan yang tepat untuk mengurangi kontak antar individu dan mengurangi kerumunan masa. Kegiatan Belajar Mengajar (perkuliahan, diskusi dan kegiatan lain yang sejenis) diupayakan tetap berjalan tetapi dilakukan penyesuaian jadwal pelaksanaan dan dilaksanakan dengan menggunakan metode daring yang dapat memanfaatkan fasilitas Webex, Zoom, Skype, eLok, eLisa, youtube, Moodle Departemen Farmasetika, Google classroom dll, dengan tetap memperhatikan kelanjutan proses belajar mengajar dan ketercapaian mutu pembelajaran yang telah direncanakan. read more

Perubahan Layanan Perpustakaan di lingkungan UGM dalam rangka tanggap darurat Covid-19

Sehubungan dengan ditetapkannnya status UGM menjadi “awas” terkait pandemi covid-19 yang mengharuskan sivitas akademika di lingkungan UGM bekerja di rumah masing-masing (work for home), untuk itu semua permintaan layanan dilakukan secara on line melalui URL http://lib.ugm.ac.id  atau URL http://ugm.id/libhelp. Sementara itu, untuk layanan UNGGAH MANDIRI dan BEBAS PUSTAKA, dapat dilakukan melalui alamat URL http://unggah.etd.ugm.ac.id  dengan akun e-mail dan NIM.

Untuk akses sumber daya elektronik (e-journal, e-book, etd), akses dapat dilakukan melalui URL http://ezproxy.ugm.ac.id dan melakukan login dengan menggunakan akun SSO/email UGM, sedangkan untuk akses abstrak dari tugas akhir, skripsi, tesis, dan disertasi dapat dilakukan pada URL http://etd.repository.ugm.ac.id. read more

Jangan Sembarang Minum Klorokuin, Waspada Efek Samping

Yogyakarta. Dengan diumumkannya oleh Presiden Jokowo bahwa Pemerintah telah membeli obat untuk COVID-19 yaitu Klorokuin dan Avigan (Favipirafir), sontak banyak masyarakat menanyakan tentang obat tersebut bahkan akan membeli untuk disimpan. Obat Avigan memang tidak tersedia di Indonesia karena merupakan obat yang relative baru. Sedangkan klorokuin, memang sudah lama ada, karena ditujukan untuk pengobatan malaria dan penyakit autoimun seperti lupus atau rematoid artritis. Apotek-apotek kewalahan ditanyai tentang obat klorokuin, di sisi lain ada juga yang menjual via online. Kedua obat tersebut termasuk kategori obat keras bro, dan Jangan diminum sembarangan. Mari kita bahas mengapa tidak boleh sembarangan mengkonsumsi klorokuin. read more

Studi Komputasi Tim Peneliti Farmasi UGM Mengungkap Potensi Kandungan Jeruk dan Lengkuas Terkait Covid-19

Sejak tanggal 12 Maret 2020, WHO telah menetapkan kasus COVID-19 sebagai pandemik, sinyal penting bagi seluruh dunia untuk menempuh langkah strategis penanganannya. Tercatat hingga 22 Maret 2020 sudah 307.627 kasus COVID-19 dengan 13.050 diantaranya mengalami kematian. Kasus COVID-19 di Indonesia juga mulai merebak dengan kini telah mencapai 450 kasus dan menyebabkan 38 kematian per 21 Maret 2020. Infeksi virus SARS-CoV-2 menjadi penyebab mewabahnya kasus COVID-19 di dunia.  Penelitian oleh Zhou dkk melaporkan adanya kemiripan genom hingga 86% antara SARS-CoV-2 dengan SARS-CoV. Kedua virus tersebut menggunakan enzim protease untuk proses memperbanyak diri sehingga peneliti menggunakan beberapa inhibitor protease virus seperti Lopinavir (Gambar 1A) untuk uji klinis COVID-19. Selain itu, Wrapp dkk menyebutkan receptor binding domain (RBD) atau bagian yang digunakan untuk berikatan dengan reseptor dari SARS-CoV-2 yang terdapat pada spike glycoprotein berperan untuk interaksi dengan domain protease dari reseptor angiotensin-converting enyme 2 (ACE2) sebagai jalan masuk infeksi ke sel inang. Penggunaan Nafamostat (Gambar 1B) yang sekarang dalam uji klinis COVID-19 bertujuan untuk mengeblok RBD dari SARS-CoV-2, selain itu penggunaan agen yang dapat berinteraksi di domain protease ACE2 juga dapat menjadi opsi dalam mengeblok infeksi SARS-CoV-2. Hingga artikel ini disusun, antiviral mapun vaksin SARS-CoV-2 masih dalam tahap uji klinis dan masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. read more