Archive:

Language: Bahasa Indonesia

Farmasi UGM sambut Para Mahasiswa Baru Prodi S1 Farmasi

Farmasi UGM – Fakultas Farmasi UGM menyambut kedatangan mahasiswa baru Program S1 Farmasi Semester Gasal 2020/2021 secara Daring pada hari Senin, 14 September 2020. Seluruh sivitas akademika sambut hangat anggota keluarga baru tersebut.

Pada kesempatan ini, Dekan Fakultas Farmasi UGM menyampaikan tentang pentingnya keseimbangan antara kegiatan akademik dan kegiatan pendukung akademik misalnya pengembangan softskills. “Menjadi mahasiswa yang berprestasi tidak hanya soal intelektual yang tinggi, namun mempunyai kemampuan softskills sehingga bisa beradaptasi dengan baik, terutama di dunia kerja nanti dan kemudian berprestasi,” ungkap Agung. Pendidikan softskills yang diajarkan nanti antara lain pendidikan karakter, english communication skills, etika dan kepemimpinan, profesionalisme, public speaking, socioentrepreneurship, konten networking dan organisasi yang diperoleh melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler maupun ekstrakurikuler.

Pada acara tersebut WD Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. rer. nat. apt. Triana Hertiani menyampaikan selayang pandang Fakultas Farmasi UGM dan pentingnya elemen sivitas akademika menghadapi Revolusi Industri 4.0. Di lain pihak, Ketua Program Studi S1, Dr. apt. Nanang Munif Yasin memberikan penjelasan berkaitan dengan Kurikulum dan Kegiatan Akademik Prodi S1 Farmasi. Sedangkan, Sekretaris Prodi S1 Farmasi Dr. Sylvia Utami Tunjung Pratiwi menyampaikan tentang konsep Perwalian atau Dosen Pembimbing Akademik (DPA) serta SOP Kegiatan Akademik Program Studi S1 Farmasi. Acara ditutup dengan perkenalan Layanan Psikologi Farmasi UGM oleh Psikolog Farmasi UGM yaitu Roisatun Lutfia, M.Psi. (Humas FA)

Orientasi Mahasiswa Baru Pascasarjana : Membangun Mental Tangguh dalam Studi

Farmasi UGM – Fakultas Farmasi UGM menyelenggarakan kegiatan Orientasi Mahasiswa Baru secara Daring Program Pascasarjana Semester Gasal 2020/2021 UGM. Mahasiswa diterima secara resmi oleh Dekan Fakultas Farmasi UGM. Dekan berpesan kepada para mahasiswa baru untuk tetap semangat meskipun kegiatan belajar mengajar pada saat ini sebagian besar masih menggunakan metode dalam jaringan. “Semoga studi para mahasiswa pascasarjana berjalan sukses dan tepat waktu, dan hasil penelitiannya bermanfaat bagi masyarakat,” imbuhnya.

Pada kegiatan tersebut menghadirkan beberapa materi yaitu Ketangguhan Mental dalam Studi S2 dan S3 (oleh Dr Arum Febriani, MA). Salah satu kunci sukses studi adalah mendefinisikan tujuan belajar itu apa. Individu yang sukses berarti individu yang berhasil mencapai tujuan. Tujuan tersebut sangat menentukan kesuksesan. Setiap orang memiliki definisi kesuksesan yang berbeda. Kompetitor dalam studi adalah diri kita sendiri, dan bagaimana kita membangun ketangguhan mental.  Ketangguhan mental akan sangat menentukan studi. Mental yang tangguh bisa menerima tantangan dan sanggup menerima kegagalan dan mudah melakukan recovery. Komponen ketangguhan mental meliputi komitmen, kontrol diri atau emosi, berpikir terbuka dan positif serta kepercayaan diri.

Materi yang lain adalah Perkenalan Fakultas dan Prodi di Fakultas Farmasi UGM (oleh WD Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. apt. Triana Hertiani), Ke-UGM-an dan Etika Akademik (oleh Sekretaris Dewan Guru Besar UGM, Prof. Dr. apt. Subagus Wahyuono, MSc) dan Tantangan dan Peluang Saintis dalam Pandemi Covid-19 (Dr. Ahmad Utomo). (Humas FA)

Senat

Ketua
Prof. Dr. apt. Sismindari, S.U.

Sekretaris
Dr. apt. Erna Prawita Setyowati, M.Si.

 

Merajut lulusan unggul di era Revolusi Industri 4.0. Farmasi gelar Talkshow “Softskills for Millenial Students”

Farmasi UGM – Survei Pusat Inovasi dan Kajian Akademik (PIKA) Universitas Gadjah Mada (UGM) terhadap pengguna lulusan menunjukkan bahwa belum semua lulusan UGM memiliki kemampuan softskills yang baik, meski kemampuan hardskills tidak diragukan lagi. Hasil survei tersebut konsisten dengan masukan dari alumni Farmasi yang disampaikan dalam berbagai kesempatan. Hal ini mendorong dilakukannya reorientasi kurikulum Program Sarjana Farmasi di tahun 2017 yang didesain untuk mengakomodasi peningkatan kemampuan softskills mahasiswa, antara lain melalui program ko kurikuler dan integrasi aktivitas ekstrakurikuler ke dalam kurikulum.

Pembelajaran yang dapat diambil mahasiswa di tahun keempat dari masa studinya merupakan suatu terobosan pada metode pembelajaran yang mengedepankan aspek rekognisi pada kinerja ekstrakurikuler mahasiswa, aspek refleksi dampaknya bagi pengembangan diri sebagai bagian dari proyeksi ke depan sebagai lulusan yang unggul. Sebagai pertemuan pembuka, talkshow “Softskills for Millenial Students” diselenggarakan secara daring pada platform Zoom dengan menghadirkan empat alumni yang berkiprah di bidang kefarmasian. Keempat pembicara tersebut adalah Dra. apt. L. Endang Budiarti, M.Pharm., mantan Kepala Instalasi Farmasi RS Bethesda Yogyakarta; apt. Taufiqurrahman, M.Clin.Pharm., Kepala Instalasi Farmasi dan Sterilisasi, RSA UGM Yogyakarta; apt. Wisnu Hercahya, M.Pharm., QC & Analytical Development Manager PT Sydna Farma Jakarta; dan apt. Sandro Rossano Yunas, S.Farm., Logistic Operations Manager PT Dexa Medica Palembang. Acara tersebut dihadiri oleh seluruh mahasiswa yang mengambil mata kuliah ini.

Pada talkshow tersebut, Dra. apt. L. Endang Budiarti, M.Pharm. mengisahkan pentingnya kemampuan softskills untuk mengkomunikasikan pandangan seorang farmasis klinis tentang suatu kasus dengan sejawat tenaga kesehatan lain seperti dokter dan perawat. Apt. Taufiqurrahman, M.Clin.Pharm. mendukung pernyataan Dra. apt. Endang dengan mengungkapkan beberapa aspek teknis yang dialaminya selama bekarja di RSA UGM. Pada sisi industri, apt. Wisnu Hercahya, M.Pharm. menyampaikan pentingnya softskills dan komunikasi pada berbagai macam kondisi dan karakter rekan kerja, sedangkan apt. Sandro Rossano Yunas, S.Farm. menyampaikan bahwa aspek softskills dapat menjadi pembeda kesuksesan seseorang di dunia kerja, serta attitude merupakan hal yang sangat penting.

Mahasiswa menunjukkan antusiasme yang besar melalui diskusi interaktif yang berlangsung dengan hangat. Beberapa pertanyaan dari mahasiswa meliputi bagaimana membangun personal branding untuk fresh graduate, tips dan trik menghadapi sesi wawancara kerja, serta kolaborasi efektif seorang apoteker di Rumah Sakit berdampingan dengan sejawat tenaga kesehatan yang lain.

Acara ini menjadi semacam soft launching mata kuliah Softskills pada program studi program sarjana farmasi sehingga menjadi salah satu tonggak penting dalam implementasi program baru ini. Hadir dalam acara ini Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Farmasi UGM, Prof. Dr.rer.nat. Triana Hertiani, M.Si. Bertindak sebagai moderator adalah salah satu dosen pengampu sekaligus anggota pengurus Unit Kemahasiswaan Fakultas Farmasi, apt. M. Novrizal Abdi Sahid, M.Eng., Ph.D. (Adhyatmika & Triana)

Prodi MFK Fakultas Farmasi UGM Selenggarakan International Webinar Tentang Clinical Pharmacy Internship di Rumah Sakit

Farmasi UGM – Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada selenggarakan International Collaborative Webinar on Clinical Pharmacy Internship dengan mengundang pembicara-pembicara dari UGM serta universitas-universitas mitra seperti Malaysia dan Thailand. Pada acara yang sukses digelar pada 5 September 2020 lalu ini menyuguhkan informasi-informasi terkini seputar kegiatan internship yang dilakukan oleh para mahasiswa farmasi klinik di rumah sakit.

Dalam kesempatan ini, Ms. Amornrat Chongsawadvorakul yang merupakan apoteker dari Bumrungrad International Hospital menyampaikan materi tentang ‘Clinical pharmacy service and preceptorship in Bumrungrad Hospital’. Menurutnya, ada beberpa tahapan yang harus dilalui sebelum seorang pasien mendapatkan resep obat yang dibutuhkan. Sebagai mahasiswa farmasis, pemahaman step by step peresepan obat di rumah sakit harus dipahami dengan seksama.

apt. Anggraini Citra Ryshang Bathari juga turut menambahkan point of view dalam clinical pharmacy di rumah sakit di Thailand berdasarkan pengalamannya internship selama satu bulan di Bangkok. Mahasiswa Magister Farmasi Klinik Fakultas Farmasi UGM ini mengungkapkan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam medication therapy management clinic, diantaranya adalah medication reconciliation, membantu pasien rawat jalan terkait edukasi obat-obatan yang berhubungan dengan penyakitnya, serta konseling.

Selain Amornrat dan Anggraini, dalam webinar kali ini turut pula menghadirkan Ms. Shairyzah Ahmad Hisyam dari Faculty of Pharmacy Cyberjaya University dan apt. Perdani Adnin M yang juga merupakan mahasiswa Magister Farmasi Klinik Fakultas Farmasi UGM. Dengan dipandu oleh para moderator, yaitu Prof. Dr. apt. Zullies Ikawati dan Dr. apt. Fita Rahmawati, Sp,FRS., yang juga merupakan ketua dan sekretaris Prodi MFK Fakultas Farmasi UGM, acara tersebut berlangsung dengan sukses. (Humas FA UGM)

Farmasi UGM Gelar Seminar Daring Peringati Purna Tugas Tiga Guru Besar

Fakultas Farmasi UGM menggelar Seminar Daring “Pengembangan Bahan Alam Indonesia” pada Senin (31/8). Seminar ini diselenggarakan dalam rangka pelepasan purna tugas Prof. Dr.phil.nat. Sudarsono, Apt., Prof. Dr. Achmad Fudholi, DEA., Apt., dan Prof. Dr. Drs. Wahyono, SU., Apt.

Prof. Agung Endro Nugroho, M.Si., Ph.D., Apt., selaku Dekan Fakultas Farmasi UGM menyatakan tema ini dipilih mengingat Indonesia adalah negara dengan biodiversitas terbesar ketiga di dunia. Meskipun dengan kondisi demikian, Indonesia masih impor dari luar negeri untuk penyediaan bahan baku obat.

“Oleh karenanya, melalui seminar ini diharapkan dapat menambah wawasan dan semangat kita dalam upaya penemuan dan pengembangan obat tradisional di Indonesia. Dengan demikian, diharapkan kita akan lebih mandiri dalam produksi obat-obatan,” ujarnya.

Sementara itu, mengenai pelepasan purna tugas ketiga guru besarnya, Agung, mewakili sivitas Farmasi UGM, mengucapkan terima kasih atas segala kinerja dan pengabdian mereka yang luar biasa selama ini. Ia juga mengapresiasi loyalitas dari para dosen purna tugas tersebut karena dedikasi tinggi mereka

Agung juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekhilafan atau kurang berkenan dalam bertindak dan bertuturkata ketika mengabdi bersama untuk fakultas selama ini.

“Saya sampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada ketiga purna tugas atas jasa dan prestasi yang diberikan kepada Fakultas Farmasi selama ini. Saya harap kita masih dapat menjaga tali silaturahmi di antara kita semuanya. Silakan datang ke kampus kapan saja, ini rumah kita bersama,” pungkasnya.

Penulis : Hakam
Sumber : Portal UGM

Siapkan Perkuliahan yang Lebih Interaktif, Farmasi UGM Selenggarakan Workshop Pembuatan Video Pembelajaran

Farmasi UGM – Memasuki era Revolusi Industri 4.0 saat ini, seluruh sektor memang harus segera menyesuaikan diri dan berkembang sesuai dengan kebutuhan. Ditandai dengan kemajuan teknologi dan kemudahan arus informasi yang sulit untuk dibendung. Anak-anak muda yang tumbuh di era ini menjadi sangat akrab dengan aneka macam teknologi yang nyatanya cenderung memudahkan mereka dalam melengkapi kebutuhan akan data dan informasi dari luar.

Tidak terkecuali dunia pendidikan, yang mana saat ini juga dituntut untuk melakukan eksplore lebih agar kegiatan belajar yang biasa dilakukan di kelas dapat memfasilitasi kebutuhan mahasiswa saat ini. Terlebih dengan kondisi dunia yang dilanda bencana kesehatan sejak akhir tahu 2019 lalu, yaitu munculnya COVID-19, nyatanya berhasil memaksa masyarakat untuk melakukan penyesuaian diri terhadap penggunaan teknologi. Di sektor pendidikan saja,  merebaknya COVID-19 menyebabkan kegiatan belajar mengajar yang biasanya dilakukan tatap muka langsung harus disesuaikan karena para pelajar harus melakukan Studying From Home. Hal tersebut mengakibatkan instansi-instansi pendidikan harus semakin inovatif.

Fakultas Farmasi UGM sendiri, semenjak kebijakan terkait Studying From Home diberlakukan pada bulan Maret 2020 lalu mulai mengaplikasikan teknologi dengan lebih maksimal, khususnya untuk kegiatan belajar mengajar. Namun, hingga saat ini Fakultas Farmasi UGM masih senantiasa terus berupaya mengembangkan diri agar dapat memberikan yang terbaik bagi mahasiswa dengan perkuliahan-perkuliahan yang lebih interaktif.

Salah satu upaya yang dilakukan Farmasi UGM adalah dengan menyelenggarakan ‘Workshop Persiapan Perkuliahan Daring: Pembuatan Video Pembelajaran’ yang dilaksanakan pada 27 Agustus 2020. Acara ini diselenggarakan untuk memberikan ruang sharing kepada para dosen di lingkungan Farmasi UGM terkait pembuatan video pembelajaran. Prof. Dr. Zullies Ikawati, Apt., dan Dr.rer.nat. Yosi Bayu Murti, M.Si., Apt., turut diundang sebagai narasumber workshop tersebut. Dalam kesempatan kali ini, Zullies menyampaikan materi terkait pembuatan video pembelajaran yang sederhana dengan menggunkaan platform seperti zoom/webex/gmeet. Zullies juga banyak menyinggung perihal penggunaan video interaktif untuk perkuliahan dan cara edit menggunakan beberapa aplikasi yang mudah di dapat, serta cara sharing video melalui youtube

Tentang bagaimana detail edit video hingga siap disajikan, dalam acara ini Yosi menyampaikan step by step persiapan pembuatan video. Selain itu, Yosi juga menyampaikan cara pembuatan video advance, serta cara untuk proses editing video seperti bagaimana input suara, memotong bagian yang tidak penting, dan lainnya. Tidak lupa Yosi juga menambahkan beberapa trik pengambilan video agar dapat ditayangkan dengan lebih informatif.

Kegiatan ini mendapat apresiasi yang cukup besar dari kalanga akademisi Fakultas Farmasi UGM, salah satunya Dyaningtyas Dewi Pamungkas Putri, Ph.D., M.Sc., Apt. Menurutnya, acara ini cukup menarik dan bermanfaat untuk persiapan kegiatan mengajar baik perkuliahan maupun praktikum. “Apalagi dengan adanya video materi perkuliahan, kita bisa share materi tersebut sebelum kuliah dimulai, dan saat kuliah berlangsung bisa langsung tanya jawab dengan mahasiswa”, ungkap Dewi. (Humas FA/ Yeny)

Pakar UGM: Jangan Buru-Buru Klaim Obat Covid-19

Pandemi Covid-19 telah menginfeksi jutaan manusia di berbagai belahan dunia. Banyak pihak berupaya mencari obat untuk mengatasi penyakit akibat virus corona jenis baru ini. Bahkan, dalam beberapa waktu terakhir banyak bermunculan klaim penemuan obat yang dianggap mampu mengatasi Covid.

Menanggapi dinamika penemuan obat Covid-19 di tanah air, Dekan Fakultas Farmasi UGM, Prof. apt. Agung Endro Nugroho, M.Si., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas upaya-upaya yang dilakukan anak bangsa dalam menemukan solusi untuk mengatasi Covid-19. Berbagai upaya untuk menemukan obat tersebut merupakan bentuk dari empati, semangat bersama, dan tanggung jawab rakyat Indonesia dalam menghadapi pandemi Covid-19. Sementara jika ada kekurangan dan kelemahan diharapkan bisa saling menguatkan melalui koreksi, sikap kritis, dan arahan dari pihak lain.

“Penemuan obat dan vaksin memerlukan kompetensi dan ahli di bidang tersebut dan dilakukan secara kolaboratif,”jelasnya saat dihubungi Senin (24/8).

Di satu sisi, perlu memperhatikan juga masukan dan kritikan dari beberapa pihak lain, apalagi sifatnya melengkapi dan membangun. Menurutnya, semangat saling koreksi, mengkritisi, memberikan masukan serta arahan nantinya dapat semakin memperkuat berbagai penemuan obat dan vaksin yang ada. Selain itu, juga diperlukan untuk melengkapi kekurangan-kekurangan yang ada.

“Ini bagian dari dinamika untuk mengoptimalkan upaya-upaya yang telah dilakukan dan bisa bermanfaat untuk masyarakat,”tuturnya.

Pakar Farmakologi UGM, Prof. apt. Zullies Ikawati, Ph.D., mengapresiasi upaya yang dilakukan berbagai pihak dalam usaha pencarian obat Covid-19. Kendati begitu, ia meminta agar dalam prosesnya tidak terburu-buru mengklaim dan merilis temuan sebagai obat Covid-19. Sebab, nantinya akan membahayakan masyarakat jika obat digunakan tanpa proses riset yang baik, benar, dan teruji keakuratan serta validitasnya.

“Jangan buru-buru melakukan klaim sebelum data direview, baik melalui jurnal ilmiah atau  evaluasi oleh BPOM. Kalau data belum dipastikan validitas dan akurasinya, jangan terburu-buru disampaikan ke publik,” kata Guru Besar Fakultas Farmasi UGM ini.

Dia menekankan bahwa semua uji klinis dalam penemuan obat, termasuk Covid-19 harus dilakukan sesuai koridor penelitian yang akurat dan valid. Tak hanya itu, uji klinis juga perlu mengikuti prosedur yang terbuka dan transparan.

Zullies menyebutkan terdapat sejumlah aturan dalam uji klinis yang wajib dipenuhi oleh peneliti yang tertuang dalam pedoman cara uji klinik yang baik (CUKB). CUKB merupakan suatu standar kualitas etik dan ilmiah yang diacu secara internasional untuk mendesain, melaksanakan, mencatat, dan melaporkan uji klinik yang melibatkan partisipasi subjek manusia. Dengan mematuhi standar ini akan memberikan kepastian kepada publik bahwa hak, keamanan, dan kesejahteraan subjek uji klinik dilindungi dan data yang dihasilkan bisa dipercaya.

Berbagai inovasi dan riset telah dilakukan UGM untuk membantu dalam menanggulangi pandemi Covid-19. Sejumlah inovasi yang dihasilkan antara lain ventilator ICU, alat rapid test Covid-19, Gama Swab Sampling Camber, hot camber, box sterilisasi masker, dan lainnya.

Wakil Dekan Bidang Penelitian , Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama dan Alumni Fakultas Farmasi UGM, Dr. rer. nat. apt. R.R. Endang Lukitaningsih, M.Si., menyampaikan pihaknya turut melakukan riset dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan Covid-19. Salah satunya adalah mengembangkan obat herbal terstandar untuk imunomodulator yang akan ditingkatkan levelnya menjadi fitofarmaka sebagai suplemen penguat daya tahan tubuh. Selain itu, inovasi juga dilakukan dengan memproduksi viral transport medium yang saat ini telah digunakan secara luas di tanah air antara lain di DIY, Jawa Tengah, Jakarta, serta Jayapura.

“Kita juga memproduksi handsanitizer berbasis alkohol dan melakukan layanan pengujian kualitas APD,” imbuhnya.

Penulis: Ika
Sumber : Portal UGM

Mahasiswa Farmasi UGM Berhasil Meraih 1st Runner Ups Online Clinical Skills Event IPSF APRO 2020

Farmasi UGM – Asia Pacific Pharmaceutical Symposium (IPSF) Asia Pacific Regional Office (APRO) kembali digelar. Kali ini Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Farmasi Universitas Padjajaran berkesempatan untuk menjadi host kegiatan tersebut. Dalam kesempatan ini, terdapat dua cabang perlombaan yang diselenggarakan yaitu Online Clinical Skill Event dan Online Patient Counselling Event. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tahun ini seluruh rangkaian kegiatan IPSF APRO diselenggarakan secara daring, mengingat kondisi pandemik Covid-19 yang belum menunjukkan penurunan.

Namun, nyatanya kondisi ini tidak menurunkan semangat para peserta, khususnya tim Fakultas Farmasi UGM yang mana pada kesempatan ini berhasil meraih 1st Runner Ups Online Clinical Skills Event kategori beginner. Mereka adalah Angela Judhia Arkandhi, Christofora Vinantha, dan Erlita Puspa Kinanti yang berhasil mengungguli peserta dari instansi lainnya.

Selamat kepada para pemenang, semoga momen ini dapat menjadi pemacu mahasiswa Fakultas Farmasi lainnya untuk terus berprestasi.(Humas FA)

Farmasi UGM Kembali Selenggarakan Kuliah Tamu Daring PKG Etika dan Kepemimpinan

Farmasi UGM – Sebagai salah satu bagian perkuliahan Paparan Kompetensi Global (PKG) Etika dan Kepemimpinan, pada tanggal 6 Agustus 2020 mulai pukul 08.30 sampai dengan 11.30 WIB dilaksanakan kuliah tamu daring melalui platform zoom meeting dengan mengundang dua narasumber yaitu, apt. Wahyudi Anggoro, S.Si. yang merupakan Lurah Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul serta Dr. apt. Nanang Munif Yasin, M.Pharm., Apt. selaku Ketua Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia DIY. Dalam kegiatan kali ini, Wahyudi Anggoro Hadi menyampaikan presentasi berjudul ‘Jangan Tinggalkan Desa’. Anggoro memaparkan terkait peran beliau dalam pemberdayaan seluruh elemen masyarakat dan kearifan lokal Desa Panggungharjo dalam mengatasi permasalahan multidimensi yang terjadi selama masa tanggap darurat pandemi Covid-19.  Pada sesi kedua Nanang Munif memaparkan topik  ‘Etika Keprofesian dan Profesionalisme Farmasis di era tanggap darurat Covid-19’, yang menguraikan peran penting dan strategis farmasis profesional beserta organisasi profesi IAI dalam penanggulangan permasalahan kesehatan dalam masa pandemik Covid-19.

Kuliah tamu ini dibuka dan ditutup dengan pre-test dan post-test yang dipandu oleh apt. Septimawanto, M.Si dan Dr. apt. Rumiyati, M.Si.. Acara inti kuliah tamu dibuka oleh Prof. Dr, rer.nat, apt. Triana Hertiani, M.Si. selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Farmasi UGM yang sekaligus juga memberikan pengarahanan terkait perkuliahan PKG kepada para mahasiswa. Dua sesi presentasi dan diskusi dipandu oleh Dr. apt. Tri Murti Andayani, Sp.FRS. dan Prof. Dr. apt. Akhmad Kharis Nugroho, M.Si. selaku moderator. Selama kuliah tamu, mahasiswa aktif bertanya secara daring melalui fasilitas chatting pada Zoom, dan formulir pertanyaan daring yang disediakan melalui portal pembelajaran daring efarmasetika.ugm.id. Selanjutnya, Dr. apt. Indah Purwantini, M.Si. menyampaikan  concluding remark terkait materi pada kedua sesi presentasi. Setelah kuliah tamu ini, mahasiswa melanjutkan diskusi kelompok untuk merumuskan notulen bersama berdasarkan catatan materi perkuliahan pada log book individu setiap mahasiswa secara daring melalui efarmasetika.ugm.id.

Etika dan Kepemimpinan merupakan salah satu bagian perkuliahan PKG yang ditempuh oleh mahasiswa Program Sarjana Ilmu Farmasi pada kurikulum 2017, untuk memberikan bekal kemampuan dan ketrampilan sosial yang baik. Kecakapan sosial ini merupakan bekal untuk mencetak alumni Fakultas Farmasi UGM yang handal dalam berkontribusi membangun bangsa dalam bidang kesehatan. (Humas FA/ Kharis)